SHARE

Karya: Syarif Hade Masya

MANA orang-orang yg dulu setiap hari menulis status atau artikel di blog tentang kehebatan presiden ini?!

Mana pengamat-pengamat yang dulu gemar mengumbar harapan palsu soal kesejahteraan, pengentasan kemiskinan, harga diri bangsa, kemandirian, nilai tukar dolar yang rendah bila presiden ini yang terpilih?!

Mana orang-orang yang dulu membela mati-matian dengan menyerang semua orang yang mengkritik presiden ini bahkan sebelum ia terpilih menjadi presiden?!

Mana orang-orang yang dulu rela membodohkan dan menganggap orang yang mengkritik presiden ini sebagai orang yang tidak tahu apa-apa, padahal yang mengkritik itu sahabatnya, orangtuanya, gurunya, dosennya, bahkan kyainya?!

Mana orang-orang yang dulu sempat nyaris menabikan presiden ini, yang menganggap ucapan sang presiden sebagai ayat suci dan menjadikan para pengkritik sebagai musuh abadi?!

Mana orang-orang itu kini?!
Mengapa orang-orang itu tak terdengar suaranya lagi?!
Mengapa orang-orang itu tak menulis status lagi?!
Mestinya orang-orang itu tak boleh berdiam diri
Mereka harus bertanggung jawab pada bangsa ini
Karena telah turut meracuni dan merusak harapan generasi
Dengan menyodorkan presiden yang tak tepat janji, tak mandiri, tak berani, tak tunduk pada konstitusi, tak peduli pada rakyatnya sendiri

MANA ORANG-ORANG ITU KINI ??!

Catatan MHT sbg jawaban atas puisi diatas :
Msh ada intelektual yang memberi tafsir “hebat,luar biasa, jenius,bervisi jauh atas semua sikap,tindakan dan keputusan Presiden. Misalnya Prof DR.Salim Said”. Jadi msh ada yg diam-diam berharap akan ada keajaiban dari kinerja Presiden.Termasuk para pengharap resuffle dan pengharap jabatan. Atas nama demokrasi puisi tersebut sah dan atas nama demokrasi pula sang penafsir dan pengharap jabatan juga sah he he. MHT22/2/15.

Apa Komentar Kamu?