SHARE

“Jujur dan adil menjadi bingkai utuhnya persatuan dan kesatuan bangsa”.

Satunegeri.com – Jujur dan adil adalah dasar konstitusional dan fundamen moral bagi pemilihan umum (pemilu). Tanpa dasar dan fundamen ini pemilu tak akan berjalan secara demokratis dan merepresentasikan pilihan serta harapan rakyat.

Karena itu, menjadi tanggung jawab bersama seluruh anak bangsa, terutama KPU, Bawaslu dan institusi kepolisian untuk mengawal pemilu agar prosesnya dilalui dengan jujur dan adil.

Jujur dan adil juga menjadi prinsip etik yang mampu menjaga kompetisi dalam pemilu berjalan aman dan damai. Jujur dan adil menjadi bingkai utuhnya persatuan dan kesatuan bangsa.

Siapapun pemenangnya, selama demokrasi dijalankan sesuai aturan yang ada dan menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku, maka rakyat akan bisa menerima dengan berlapang dada. Pemenang dan yang kalah akan sama-sama menghargai dan berkomitmen menjaga hasilnya.

Mengingat bahwa pilpres dalam prosesnya memunculkan terjadinya pembelahan pendukung, maka rawan terjadi benturan dan gesekan. Pemilu yang dijalankan secara jujur dan adil akan berfungsi secara efektif meredam potensi benturan dan gesekan dua kelompok militan dari pendukung tersebut, ujar Koordinator Barisan Masyarakat Peduli Pemilu Adil & Berintegritas (BMPPAB) Dr Marwan Batubara di Jakarta, Selasa (9/4).

Sebaliknya, kata Marwan, jika pemilu sarat kecurangan, maka akan dapat mendorong terjadinya benturan yang semakin besar antar dua kelompok. Di sinilah potensi chaos menemukan pemantiknya. [c]