SHARE

image-satunegeri

SatuNegeri.com – Nantinya, rumah-rumah yang di perbatasan, di pesisir, dan perumahan yang belum masuk jaringan PLN akan menggunakan listrik bertenaga surya. Hal itu disampaikan oleh Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz ketika ditemui di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, sat penandatanganan kerjasama kemenpera dengan kementerian ESDM.

Menurutnya, Sebanyak 50 ribu rumah murah akan tersanmbung listrik bertenaga surya, dan akan memasok daya 60 watt untuk setiap unit rumah. "Rencananya untuk 6 titik, masing-masing titik maksimal 10 Watt," katanya.

Program yang disediakan untuk 600.000 unit rumah masyarakat berpenghasilan rendah tersebut, rencananya akan dibangun tahun ini. Itu adalah bagian dari perjanjian kerja sama Kemenpera dan Kementerian ESDM untuk menyediakan pasokan listrik, gas rumah tangga dan air tanah dengan murah.

Pada acara yang sama Kemenpera juga bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional untuk pembebasan biaya sertifikasi tanah. Djan mengatakan untuk mewujudkan rumah murah seharga Rp 45 juta, pemerintah menekan biaya-biaya ekstra. Misalnya pembebasan biaya pemasangan jaringan listrik, biaya sertifikasi tanah, pasokan gas dan air yang murah.
 

Apa Komentar Kamu?

LEAVE A REPLY

2 × 2 =