SHARE

image-satunegeri

satunegeri.com – Jika dahulu produksi perkebunan teh secara nasional bisa di atas 150 ribu ton per tahun, namun kini maksimal hanya mencapai 150 ribu ton per tahun. Padahal terdahulu. hal itu dikatakan Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriawan.

"Pertehan Indonesia cenderung terus menurun. Saya mengamati apa yang terjadi di pertehan. Saya bicara agro industri kalau berhasil dengan anggaran yang diamanahkan dijalankan,saya pikir ada bagusnya anggran. Kalau kita pada onfam saja" ujar Rusman pada rapat tahunan anggota dan dialog pertehan nasional di Kementerian Pertanian, Selasa (26/11)

Ia beharap acara Pertehan Indonesia tersebut dapat menjadi pijakan awal untuk memajukan industri teh di Indonesia. "Pertemuan sangat penting sangat monumental ada tanyangan pengatar Dewan Teh Indonesia itu sama menunjukan satu keprihatinan. Luas perkebunan mengalami penurunan, apalagi teh yang dimiliki perkebunan rakyat terjun menurun," katanya.

Ia juga mengatakan bahwa meski perkebunan teh mayoritas berada di Jawa Barat, namun revitalisasi perkebunan teh tidak terfokus pada daerah Jawa barat saja. "Kalau perkebunan Jawa Barat sekitar 78% sisanya Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sumatera Selatan," ujarnya.

Untuk program revitalisasi perkebunan teh tersebut, pihaknya akan menggandeng dinas perkebunan di tingkat provinsi.

Kedepannya teh harus menjadi bagian gaya hidup. Pasalnya kopipun demikian telah menjadi gaya hidup. Tidak sedikit tempat minuman kopi yang sangat modern.Bahkan tempat minumam modern menawarkan teh dalam balutan modern.

Apa Komentar Kamu?

LEAVE A REPLY

six + 17 =