SHARE

news_38793_1433729413

 

Satunegeri.com – 21st Annual Coaltrans Asia” merupakan perhelatan batubara terbesar di dunia yang mempertemukan para stakeholders dan pelaku industri batubara dunia, yang kini diselenggarakan di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Bali.

Pada kesempatan ini, Menteri ESDM menyampaikan sambutan mengenai “Regulatory Reforms and Coal Price Environment 2015 – 2016”. Dalam paparannya, Menteri ESDM menjelaskan bahwa realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari penjualan batubara terus meningkat bahkan pada saat harga batubara sedang mengalami penurunan. Pada tahun 2013, penghasilan negara, baik pajak maupun non pajak, dari sektor pertambangan mencapai Rp 145,2 triliun atau 9,7% dari penerimaan negara.

“Pada tahun 2014, realisasi PNBP dari penjualan batubara mencapai Rp 26,3 triliun atau 81% dari total realisasi PNBP Sub Sektor Minerba yang mencapai Rp 32,3 triliun. Sedangkan pada tahun 2015, PNBP Sub Sektor Minerba ditargetkan mencapai Rp 52 triliun. Dari penjabaran tersebut, terlihat bahwa sub sektor mineral dan batubara memberikan peran yang cukup besar terhadap pembangunan perekonomian nasional”, papar Menteri ESDM.

Di balik peran yang cukup besar, sektor batubara tentunya memiliki isu strategis yang harus dijawab dengan penuh tanggung jawab oleh Pemerintah. Isu strategis tersebut diantaranya adalah Pengendalian produksi nasional, Tata kelola pertambangan, Peningkatan nilai tambah, Peran batubara untuk Pembangkit Listrik Mulut Tambang dan Penerimaan negara (royalti).

“Untuk menjawab isu strategis tersebut, maka dibutuhkan kebijakan-kebijakan di bidang pertambangan batubara oleh Pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009, Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2010 dan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B)”, jelas Menteri ESDM.

Ia juga berharap dengan berjalannya kebijakan-kebijakan tersebut dapat mendukung perkembangan sub sektor mineral dan batubara, khususnya batubara sebagai salah satu sumber energi primer alternatif yang penting dan lebih ekonomis untuk kebutuhan domestik. “Prioritas utama pemanfaatan batubara sebagai sumber energi untuk pembangkit listrik dan industri harus diselaraskan melalui implementasi kebijakan pengutamaan pasokan ke dalam negeri atau DMO, peningkatan nilai tambah batubara dan pemanfaatan di sekitar lokasi tambang melaluiĀ  Pembangkit Listrik Mulut Tambang”, jelas Menteri ESDM.

“Dengan terlaksananya “21st Annual Coaltrans Asia”, tentunya kita berharap akan terjadi pertukaraan ilmu antara para peserta, serta acara ini akan mampu menjadi wadah untuk mengembangkan sub sektor mineral dan batubara, terutama di Indonesia agar dapat lebih bermanfaat bagi kemakmuran rakyat Indonesia”, tutup Menteri ESDM.

Apa Komentar Kamu?