SHARE

Satunegeri.com – Menteri BUMN, Rini Sumarno mendorong PGN bersinergi dengan Pertamina, serta Pertamina bersinergi dengan PLN. Sinergi BUMN diharapkan dapat mendukung ketahanan energi nasional.

“Perwujudan ketahanan energi dapat tercapai jika terjadi sinergi antara Pertamina dengan BUMN atau BHMN lain, serta dengan swasta,” kata Rini, di Jakarta beberapa waktu lalu. Pertamina perlu bersinergi lebih erat dengan PLN. Jika sinergi terwujud, maka kesejahteraan rakyat dapat terwujud, karena cost listrik murah, serta cost BBM terjangka

“Dalam ketahanan energi terdapat empat hal yang harus terpenuhi, yakni ketersediaan, kemudahan akses, harga terjangkau dan keberlanjutan pemanfaatan energi,” kata Rini. Ketersediaan energi harus dapat dinikmati anak cucu kita. Penyediaan energi juga harus bisa diakselerasi dengen memperhatikan kebutuhan dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Petamina sebagai BUMN energi, kata Rini, harus mampu meningkatkan pemanfaatan sumber energi domestik. Pertamina harus mampu mencari cadangan minyak dan gas baru, melakukan eksplorasi dan meningkatkan inovasi, untuk peningkatan produksi migas yang lebih efesien. Pertamina harus mampu membangun infrastruktur cadangan dan distribusi, serta hilirisasi yang sesuai. Pertamina harus mengembangkan pemanfaatan EBT yang komersial.

“Saat ini tidak ada satu pun negara yang terlepas dari sektor energi,” katanya. Untuk memastikan berlangsungnya kegiatan ekonomi diperlukan kepastian ketersediaan energi. Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi ketiga tertinggi di dunia, setelah India dan China.

“Peningkatan ketersediaan energi menjadi faktor strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi,” kata Rini. Ketahanan sektor energi harus ditingkatkan. Nawacita pemerintahan Jokowi JK ingin menciptakan kemandirian ekonomi dengan pencapaian kemandirian energi.

Dalam pertumbuhan ekonomi domestik, ketahanan energi merupakan hal strategis yang harus dicapai. Ketahanan energi memiliki peran strategis dalam mendukung kegiatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Tanpa ketahanan energi berbagai dampak negatif dapat terjadi di sektor ekonomi maupun sosial, baik tidak tersedianya akses energi, maupun harga yang kurang kompetitif dan selalu bergejolak.

Di masa lalu, Indonesi mampu menjadi pemain yang patut diperhitungkan di sektor energi. Namun kondisi sekarang kita menjadi net importer. Sehingga Indonesia harus mampu menyikapi tiap perubahan kondisi energi dengan langkah strategis.

Salah satunya, rencana negara-negara OPEC yang akan menurunkan produksi, rencana tersebut bertujuan untuk mendongkrak harga minyak global. Kenaikan harga minyak bisa berdampak pada peningkatan ongkos produksi barang, yang bisa berdampak pada perlambatan ekonomi. Hal tersebut harus diantisipasi Pemerintah dan Pertamina, sebagai BUMN energi.

Persaingan global semakin ketat, tidak hanya masyarakat ekonomi asean (MEA), namun juga keterbukaan perdagangan di negara-negara lain dunia. Kondisi ini mengharuskan kita meningkatkan daya saing Indonesia. Indonesia harus unggu di bidang SDM, teknologi, maupun logistik.

Apa Komentar Kamu?