SHARE

image-satunegeri

SatuNegeri.com – Dalam pemungutan suara kemarin (25/4), Senat Argentina meloloskan proposal pemerintah untuk menasionalisasi perusahaan minyak terbesar Argentina. suara pro sebanyak 63 dan yang kontra 3 suara.

Pemungutan suara itu menanggapi niat Presiden Argentina Cristina Fernandez untuk menasionalisasi YPF SA, unit bisnis Repsol SA di Spanyol. Pemerintah rencananya akan mengambil 51% saham YPF.

Fernandez melakukan hal tersebut, karena ia menilai perusahaan induk YPF ini hanya sedikit berinvestasi dan memproduksi minyak di Argentina. Tapi Repsol menyanggah tuduhan ini dan berkeras bahwa pihaknya telah melakukan investasi di Argentina.

Namun fakta yang ada, Argentina mulai mengimpor minyak pertama kali pada tahun 2010 sejak YPF diprivatisasi pada awal 1990. Produksi minyak Argentina turun menjadi 35,3 juta meter kubik dibanding 45,4 juta pada tahun 2001. Saat ini YPF mengkontribusi sekitar 34% produksi minyak Argentina.

Mayoritas rakyat Argentina juga mendukung nasionalisasi kembali YPF. "Privatisasi YPF merupakan salah satu kesalahan terbesar pada era tersebut," kata senator Miguel Pichetto, yang merupakan sekutu Fernandez, sebelum pemungutan suara.

Melihat pengambilalihan paksa YPF oleh Argentina, Spanyol tidak tinggal diam. Negara tersebut berniat menghentikan impor biodisel bernilai jutaan dollar dari Argentina.

Saat ini, YPF mengembangkan blok Vaca Muerta yang memiliki cadangan minimal 23 miliar barel minyak. Berdasarkan laporan YPF, perusahaan minyak ini berhak atas 13 miliar barel diantaranya. Pengembangan blok ini memerlukan dana US$ 25 miliar per tahun.

Apa Komentar Kamu?

LEAVE A REPLY

one × two =