SHARE

22newmont

Satunegeri.com – Dalam pertemuan antara PT Newmont Nusa Tenggara dengan Kementerian ESDM, pada Senin (20/4) kemarin, disepakati enam hal dasar renegosiasi. Yakni, pemangkasan wilayah tambang, kewajiban peningkatan konten lokal, peningkatan nilai tambah lewat kegiatan pemurnian, dan peningkatan penerimaan negara.

Selain itu disepakati juga peralihan sistem kontrak ke izin usaha pertambangan khusus (IUPK) setelah berakhirnya masa kontrak, dan pemenuhan kewajiban divestasi.

Presiden Direktur Newmont Nusa Tenggara Martiono Hadianto dalam keterangannya mengatakan bahwa keenam hal tersebut dituangkan dalam bahasa hukum agar tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda antara pemerintah maupun perusahaan.

“Kami kan sudah menandatangi MoU yang berisi tentang enam poin renegosiasi. Yang penting, dalam membuat bahasa hukum di amandemen kontrak harus konsisten dengan apa yang sudah disepakati sebelumnya” kata dia.

Ia juga optimis hasil amandemen kontrak karya (KK) sudah bisa ditandatangani bersama pemerintah pada Mei mendatang. “Kami optimistis akan cepat selesai, kan kami setiap minggu dua kali lakukan pertemuan dengan pemerintah,” katanya.

Apa Komentar Kamu?