SHARE

86newmont-kurangi-produksi-emas-dan-tembaga

Satunegeri.com – PT Newmont Nusa Tenggara akhirnya menyepakati seluruh poin renegosiasi kontrak karya (KK) yang diajukan oleh pemerintah. Hal itu dikatakan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) , R Sukhyar.

Menurutnya hasil kesepakatan renegosiasi Newmont akan dilaporkan ke Kementerian Perekonomian dan berlanjut ke tahap penekenan MoU amandemen kontrak. “Kalau bisa, besok MoU diteken, dan mereka bayar jaminan kesungguhan membangun smelter, dan kami akan terbitkan rekomendasi ekspor,” katanya.

Sebelumnya pada selasa siang kemarin, ESDM, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Kementerian Keuangan, dan Newmont Nusa Tenggara menggelar pertemuan tertutup membahas proses renegosiasi. Hasilnya, pemerintah dan Newmont menyepakati enam poin renegosiasi kontrak karya.

Pertama,  Newmont siap membayar kewajiban penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 9/2012/. Newmont bersedia membayar royalti emas 3,75% dari harga jual, lalu perak sebesar 3,25% dari harga jual, serta tembaga 4% dari harga jual. Newmont juga bersedia membayar iuran tetap  sebesar US$ 4 per hektare per tahun.

Yang kedua, perusahaan ini bersedia mengolah dan memurnikan komoditas tambang di dalam negeri dengan memasok konsentrat di pabrik pemurnian (smelter) yang dibangun PT Freeport Indonesia. Sehingga nantinya, besaran bea keluar ekspor Newmont akan sama seperti Freeport, 7,5% dari harga patokan ekspor (HPE), dan akan turun sesuai dengan progres pembangunan.

Ketiga, Newmont juga bersedia melepaskan pengelolaan lahan dari 87.000-an hektare (ha) menjadi 66.422 ha. Keempat, Newmont bersedia mengutamakan penggunaan barang dan jasa di dalam negeri. Kelima, kewajiban divestasi saham yang sudah tidak bermasalah karena dalam kontrak sebelumnya sudah diatur dan Newmont telah melepaskan saham sebesar 51% ke kepemilikan nasional. Keenam, kelanjutan kontrak menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK).

Martiono Hadianto, Presiden Direktur Newmont Nusa Tenggara mengatakan, untuk dapat kembali ekspor pihaknya siap menggelar penandatangan MoU dan menyerahkan jaminan kesungguhan US$ 25 juta. “Kalau bisa ekspor, kami bisa segera beroperasi kembali,” katanya.

Apa Komentar Kamu?

LEAVE A REPLY

four + 17 =