SHARE

77pltn

Satunegeri.com – Untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), tidak akan menjadi prioritas utama dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo. Hal itu dikatakan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Adrinof Chaniago.

Menurut Adrinof, saat ini pemerintah ingin fokus terlebih dahulu pada upaya sosialisasi tentang pengembangan PLTN. “Sosialisasi mengenai nuklir ini butuh waktu panjang, sebab masyarakat awam juga belum banyak yang memahami ini,” kata Adrinof.

Selain itu, faktor sumber daya gas dan batubara juga menjadi alasan keengganan pemerintahan Joko Widodo untuk mengembangkan PLTN. Pasalnya pemerintah ingin fokus pada pengembangan pembangkit listrik tenaga gas, batubara dan air terlebih dahulu sebelum mengembangkan PLTN.

Di kesempatan berbeda, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin mengatakan Rusia siap membantu Indonesia dalam mewujudkan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) untuk kepentingan pembangunan dan perdamaian.

Menurut Galuzin di kediaman Duta Besar Rusia, Senin(19/1), Rusia sudah memiliki pengalaman dalam mengelola nuklir. “Karena itu, jika diminta, kami siap membantu membangun PLTN dan mengembangkan energi nuklir di Indonesia,” ujarnya.

Namun Rusia tidak akan mencampuri urusan dalam negeri Indonesia dalam menentukan jadi tidaknya membangun pembangkit listrik tenaga nuklir tersebut.

Sebelumnya, pembangunan PLTN menjadi polemik di Indonesia. Padahal menurut Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), nuklir di Indonesia akan digunakan perdamaian dan pembangunan negara.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh BATAN, 70 persen masyarakat Indonesia menyatakan setuju energi nuklr Indonesia dikembangkan untuk kepentingan masyarakat.

Apa Komentar Kamu?