SHARE

5pltn

Satunegeri.com – Menanggapi rencana Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said di Jakarta, Kamis (18/12) kemarin, bahwa pembangunan PLTN di Indonesia belum memasuki tahap perencanaan.

Menurutnya  saat ini Kementerian ESDM masih terus melakukan kajian terkait dampak dan manfaat PLTN terhadap masyarakat.

“Sosialisasi terkait nuklir dan PLTN sedang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE). Sosialisasi kepada masyarakat, penting dilakukan sebelum adanya rencana pembangunan,” ujarnya

Hal senada juga dikatakan Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN), Hadi Purnomo. DEN memperkirakan pembangunan PLTN masih belum akan terwujud hingga sepuluh tahun ke depan.

Untuk pembangunan PLTN, menurutnya dibutuhkan kajian  yang mendalam terkait lingkungan (Amdal) dan keselamatan yang membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun. “Selain itu, juga harus ada persetujuan dari IAEA (International Atomic Energy Agency),” ujarnya.

Selain itu pembangunannya akan memakan waktu minimal lima tahun. “Harus ada kajian geologinya. Jangan ditempatkan di daerah rawan gempa dan ada gunung berapi. Bangka Belitung akan menjadi daerah percontohan,” imbuhnya.

Dengan potensi geothermal, biomassa, hidro, sampai sampah yang Indonesia miliki saat ini, pemerintah masih akan mengembangkan potensi energi di luar nuklir dalam jangka pendek, yaitu energi terbarukan.

Apa Komentar Kamu?