SHARE

Satunegeri.com – Inpex Corporation, operator Blok Masela, pada Agustus 2016 mengirimkan surat kepada Luhut Binsar Panjaitan, yang saat itu menjabat Plt Menteri ESDM. Dalam suratnya, Inpex menyampaikan beberapa usulan, agar proyek Masela bisa segera dijalankan seperti keinginan pemerintah dan Inpex.

Salah satunya, Inpex meminta moratorium kontrak selama 10 tahun antara 2006 sampai 2016. Sebab, pemerintah mengganti skema kilang LNG Masela, dari sebelumnya di lepas pantai (offshore) menjadi di darat (onshore). Pergantian skema ini membuat perencanaan berubah sehingga ada ‘waktu yang hilang’.

Dari moratorium ini, Inpex bisa memperoleh perpanjangan kontrak selama 10 tahun, sehingga durasi kontrak mereka yang berakhir tahun 2028 bisa menjadi sampai 2038. Dengan begitu, bila Blok Masela berproduksi tahun 2024, Inpex dapat menikmati masa produksi selama 14 tahun.

Kalau Inpex hanya menikmati produksi gas Masela selama 4 tahun dari 2024-2028, tentu mereka akan rugi besar, tidak balik modal, proyek jadi tak ekonomis.

Terkait permintaan Inpex ini, pemerintah berjanji akan memberi tambahan durasi kontrak sebagai pengganti waktu yang hilang akibat perubahan skema pengembangan Masela. Tapi tambahan masa kontrak tak sampai 10 tahun seperti permintaan Inpex.

“Kita evaluasi, kemungkinan besar tidak 10 tahun. Kita akan kasih karena ada waktu yang hilang. Tapi kita review, yang jelas bukan 10 tahun,” kata Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, kepada detikFinance di Jakarta, Selasa (20/12/2016).

Dirjen Migas Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja, mengungkapkan bahwa pemerintah sepakat dengan Inpex bahwa memang ada waktu yang terbuang dan itu merugikan Inpex. Tapi menurut pemerintah tak sampai 10 tahun. Pemerintah ingin berdiskusi lebih lanjut dengan Inpex terkait hal ini.

“Sedang dibahas berbagai opsinya. Berapa delay waktunya sedang kita bahas, tentu kami belum boleh bilang berapa tahun karena harus didiskusikan dulu dengan Inpex,” ucap Wirat.

Dia menambahkan, pihaknya akan berhati-hati dalam memberikan tambahan durasi kontrak kepada Inpex agar tak melabrak regulasi-regulasi yang ada.

“Kita memberi tambahan waktu kan harus ada dasarnya supaya tidak melanggar regulasi yang ada,” tutupnya.

Apa Komentar Kamu?