SHARE

tambang

Satunegeri.com – Dalam keterangannya seusai rapat khusus membahas sektor mineral dan batubara (minerba), Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM R Sukhyar mengatakan bahwa dalam rapat tersebut membahas berbagai kebijakan di sektor minerba.

Diantara agenda yang dibahas adalah tentang Penyelesaian renegosiasi kontrak di mana kalau sampai batas waktu yang ditentukan belum selesai, akan diberi sanksi. Selain itu banyaknya tambang yang belum CNC (clear and clean) bagaimana penyelesainnya juga menjadi pembahasan.

Ada beberapa hal penting menurut Sukhyar yang harus segera diselesaikan, seperti penyelesaian renegosiasi kontrak dan masih adanya 4.600 perusahaan yang belum CNC, seperti tumpang tindih lahan.

“Ada juga yang sudah MoU kontrak karya ini kan harus dilanjutkan pada amandemen kontrak seperti kontrak Freeport dan Newmont Nusa Tenggara, ini harus segera dibenahi. Ada juga masih ada 4.600 perusahaan yang belum CNC, kalau tidak segera CNC izinnya kita cabut akhir tahun ini,” paparnya.

Sementara Sudirman mengatakan, pemerintah siap memberikan sanksi apabila perusahaan tidak taat aturan. Penegakan aturan merupakan wujud kewibawaan negara.

“Saya pesan ke dirjen dan teman-teman di sini, aturan itu ada wibawanya ketika diterapkan. Kita lihat kalau sudah waktu yang ditentukan tidak kunjung selesai, maka kita akan beri sanksi. Semangatnya kita ingin memberikan fasilitasi terlebih dahulu, tapi ketika terjadi pelanggaran kita beri sanksi,” tegas Sudirman.

Apa Komentar Kamu?