SHARE

medium_30freeportGEdung

Satunegeri.com – Pertemuan untuk merampungkan renegosiasi kontrak karya (KK) antara pemerintah dan PT. Freeport kembali dilakukan di kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Selasa (23/12).

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Menteri ESDM Sudirman Said, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM R Sukhyar,  Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Frangky Sibarani, serta dihadiri Presiden Direktur Freeport Indonesia Rozik B Soetjipto. Dan dilakukan secara tertutup.

Dalam keterangannya, Frangky Sibarani mengatakan bahwa pihaknya memberikan masukan mengenai kejelasan lokal konten atawa tingkat kandungan lokal dalam negeri baik di pertambangan maupun dalam proses pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter).

Sebelumnya, Freeport dan Kementerian ESDM telah menggelar penandatanganan memorandum of understanding (MoU) amandemen kontrak terkait enam poin. Di mana, dalam kesepakatan tersebut di antaranya, kewajiban divestasi saham mencapai 30% kepada kepemilikan nasional, kenaikan royalti untuk emas, perak, dan tembaga menjadi 3,75%, 3,25%, dan 4% dari harga jual.

Freeport juga bersedia membangun pabrik pemurnian di dalam negeri mulai 2017 mendatang, dan pemerintah juga memberikan jaminan perpanjangan operasi tambang hingga 2041 mendatang. Freeport juga bersedia meningkatkan kandungan lokal serta menciutkan wilayah operasi tambangnya.

Apa Komentar Kamu?