SHARE

medium_25petaniPAdi

Satunegeri.com – Sekjen Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Benni Pasaribu, berharap pemerintahan Jokowi nanti harus bisa memfokuskan kedaulatan pangan berbasis petani. Karena menurutnya selama ini, kedaulatan pangan yang diusahakan cenderung berbasis kapitalis dengan hanya fokus pada ketersediaan pangan tanpa adanya perlindungan pada petani.

Kesimpulan tersebut diambil karena semua itu menurutnya sangat tergambar  dalam impor pangan yang terus meningkat, sedangkan kesejahteraan petani yang mengalami pasang surut sesuai perubahan angka nilai tukar petani (NTP).

NTP tanaman pangan selama delapan bulan sejak awal tahun, berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) konsisten berada dibawah 100. Bahkan per Agustus 2014 NTP pangan terlempar ke posisi 97,78 atau posisi terendah dalam empat tahun terakhir.

Sejak diluncurkan oleh BPS, NTUP tanamanan pangan mengalami tren penurunan. Pada November 2013, NTUP pangan berada di level 102,78 dan setelah terjadi fluktuasi, NTUP pangan pada Agustus 2014 berada pada level 101,03.

Walau masih berada tipis di atas 100, nyatanya kondisi NTUP pangan berbanding terbalik dengan NTUP nasional yang mengalami fluktuasi dengan tren naik. NTUP pangan pun secara konsisten berada di bawah capaian NTUP nasional.

Masuknya produk pangan impor yang memberi diskon besar-besaran, menurut Benni telah membuat petani semakin terpuruk. Karena itu diperlukan ada pendidikan dan pelatihan (learning by example) serta pendampingan di setiap desa, untuk meingkatkan produksifitas petani lokal.

Apa Komentar Kamu?

LEAVE A REPLY

4 × five =