SHARE

image-satunegeri

satunegeri.com – Ditemui di sela-sela Pertemuan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) di Nusa Dua, Rabu (4/12),  Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Gellwynn Jusuf mengingatkan Indonesia jangan sampai terjebak dalam persoalan subsidi perikanan, sehingga tidak bisa memberikan bantuan bagi nelayan kecil.

Masih beragamnya definisi tentang nelayan kecil yang menjadi subjek bagi pemberian subsidi perikanan, membuat permasalahan subsidi perikanan menurutnya tidak perlu dibahas dalam WTO. Menurutnya ajang yang lebih pantas dalam menentukan definisi nelayan kecil adalah dalam pertemuan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) dan bukan dalam ajang WTO.

Apalagi, Dirjen Perikanan Tangkap KKP mengingatkan bahwa di dalam negeri sendiri masih terjadi perdebatan terkait definisi nelayan kecil padahal hal tersebut perlu segera ditentukan antara lain dalam mengeluarkan Peraturan Pemerintah tentang Pembudidaya Kecil dan Nelayan Kecil.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia for Global Justice (IGJ) M Riza Damanik mengatakan terminologi nelayan kecil memang kerap menjadi perdebatan di ajang internasional.

Riza mengungkapkan, sejumlah negara utara yang merupakan negara maju di kawasan Uni Eropa dan Amerika Serikat kerap mendorong agar definisi nelayan kecil berdasarkan panjang kapal maksimal 20 meter.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan sistem perdagangan global harus memihak pada semua negara baik berkembang maupun maju karena pada hakikatnya perdagangan harus melibatkan semua pihak di posisi yang sama.

"Memberikan kesempatan pada negara miskin dalam perdagangan memberikan kesempatan mereka untuk berkembang. Kita harus meningkatkan kesempatan. Keberhasilan kita di Bali ini adalah bila dapat memberikan dorongan bagi ekspansi perdagangan global yang pada akhirnya membantu mengurangi kemiskinan," kata Presiden saat membuka sidang Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) di Nusa Dua Bali, Selasa (3/12).

Presiden mengatakan dalam pembahasan di Bali, ia mengajak semua pihak untuk tidak berpikir sebagai pesaing. "Kita harus meninggalkan anggapan Utara melawan Selatan," katanya.
 

Apa Komentar Kamu?

LEAVE A REPLY

5 × 1 =