SHARE

Satunegeri.com — Presiden Jokowi menjajikan akan menurunkan harga gas pada November. Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, pemerintah berupaya akan menurunkan harga gas untuk industri di Indonesia hingga di bawah US$6 per Million Metric British Thermal Unit (MMBTU) paling lambat bulan depan.

Namun, keputusan tersebut masih harus difinalisasi oleh empat menteri. Keempat menteri yang ditugaskan adalah Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.
“Finalisasi harga ini bisa diselesaikan selambatnya akhir November. Harganya harus di bawah US$6 per MMBTU,” kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Kantor Presiden, Selasa (4/10).

Menurut Pramono, kepastian tersebut sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas siang tadi. Dia mengatakan, penurunan harga gas bertujuan menarik sebanyak mungkin investasi di sektor hulu, mendukung pembangunan infrastruktur, dan mampu bersaing dengan negara lain.

Selain itu, lanjutnya, pemerintah memutuskan harga gas untuk kebutuhan dalam negeri dan ekspor akan dibuat sama. Keputusan diambil agar pengaturan lebih mudah.

Secara khusus Jokowi menginstruksikan Airlangga mengembangkan industri hilir petrokimia. Upaya ini didorong agar Indonesia tak lagi bergantung dengan pasokan bahan baku impor dari luar negeri.

Airlangga menuturkan, pembangunan industri akan didorong melalui substitusi impor guna menguatkan daya saing Indonesia.

“Kami sudah mengidentifikasi 11 industri termasuk satu kawasan yang diharapkan dengan harga gas seperti yang diarahkan bapak Presiden, yaitu di bawah US$6 atau sama dengan harga ekspor plus biaya transportasinya,” ucap dia.

“Beliau (Jokowi) beri waktu satu bulan agar hitungan difinalisasi dan target multiplier effect termasuk penerimaan negara sesudah nanti industri ini terbangun,” katanya.

Apa Komentar Kamu?