SHARE

image-satunegeri

satunegeri.com – Dengan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) PT Perusahaan Listrik Negara (PLN persero) yang mencapai tujuh juta kiloliter (KL), pemerintah meminta PLN untuk mengganti pembangkit listrik yang masih menggunakan diesel, dengan pembangkit listrik energi terbarukan.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) Susilo Siswoutomo mengatakan bahwa pihaknya sudah meminta PLN untuk tidak menggunakan Solar, dan menggantinya dengan bahan bakar nabati. Sedangkan untuk pembangkit skala kecil di daerah terpencil bisa diganti oleh mikrohidro, minihidro, angin.

sesuai dengan RUPTL 2013-2022 target penambahan listrik nasional sebesar 6Gigawatt (GW) atau setara dengan 60000 MW sementara pertumbuhan listrik pertahunnya ditargetkan sebesar 6000 MW diantaranya berasal dari panas bumi sebesar 5300 MW.

Namun ia juga menyadari, bukanlah hal mudah untuk mengembangkan dengan kapasitas hingga 5300 MW selama sembilan tahun dan pertumbuhan 600 MW pertahun.

Karena itu, ia meminta kepada Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi untuk segera menyelesaikan persoalan yang menghambat pengembangan panas bumi tersebut seperti menyelesaikan masalah dua belas wilayah kerja panas bumi yang tidak terurus.

Dia juga menekankan agar tahun ini ada lagi wilayah kerja panas bumi yang mulai dikembangkan."Tahun ini harus ada yang groundbreaking,"pungkasnya.

Apa Komentar Kamu?

LEAVE A REPLY

thirteen + five =