SHARE

medium_30sawit-free

Satunegeri.com – Untuk memenuhi kebutuhan Pertumbuhan elektrifikasi di Riau mencapai 14% setiap tahunnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memanfaatkan biomassa dari perkebunan kelapa sawit. Limbah cairnya akan diolah menjadi sumber energi terbarukan.

Dalam keterangannya, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri), H Arsyadjuliandi Rachman, mengatakan bahwa sementara menunggu realisasi tambahan daya sebesar 35 ribu MW dari Pemerintah Pusat, pihaknya akan memanfaatkan biomassa ini untuk penunjang tambahan kebutuhan listrik di Riau.

Wacana pengembangan biomassa menjadi sumber energi ini sudah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo saat kunjungannya ke Riau tahun lalu. Limbah diolah dalam suatu bak raksasa yang dinamakan ‘anaerobic baffled reactor’ yang ditutup dengan membran sehingga gas metana yang dikeluarkan bisa terperangkap. Gas ini dialirkan untuk dimurnikan menjadi bahan bakar bagi mesin pembangkit listrik yang dapat menghasilkan listrik untuk kebutuhan masyarakat.

Untuk saat ini, Provinsi Riau masih mengalami defisit daya listrik hingga 277 Megawatt (MW). kebutuhan listrik di Riau sebesar 592 MW. Artinya, kapasitas pembangkit yang terpasang baru sebesar 315 MW.

Apa Komentar Kamu?