SHARE

IGN-Wiratmadja

satunegeri.com – Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja menyampaikan, saat ini Indonesia membutuhkan cadangan penyangga sebanyak 45 juta barel dengan asumsi kebutuhan BBM 1,5 juta per hari.

Ia mengatakan bahwa pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mempersiapkan mekanisme pendanaan cadangan penyangga untuk peningkatan ketahanan energi di masa depan. Cadangan penyangga tersebut berupa minyak mentah dan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diharapkan dapat menambah kekuatan ketahanan energi menjadi 30 hari atau satu bulan.

Untuk tahun ini, pemenuhan cadangan penyangga tersebut bisa saja terpenuhi karena pemerintah telah berencana membeli cadangan penyangga dalam bentuk BBM sebanyak 10,6 juta barel.

Wirat mengakui, untuk pendanaannya pemerintah masih melakukan pengkajian. Apakah dana tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja dan Negara (APBN) atau Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).

“Sekarang skema pendanaannya yang sedang dibahas. Dengan harga murah begini bagaimana kita mendapatkan dana. Karena untuk membeli 10,6 juta barel BBM. Itu butuh Rp7 triliun, jadi harus dapat anggaran segitu,” jelas Wirat di Prabumulih, Sumatera Selatan.

Wirat menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan cadangan penyangga tersebut, pemerintah sudah mendapatkan negara sebagai suplier BBM. Negara-negara tersebut adalah Iran dan Kuwait. Mereka sudah menyatakan ketertarikan untuk berbisnis dengan Indonesia.

“Yang sudah diskusi itu, Iran dan Kuwait, yang lain masih dalam proses,” ucap Wirat.

Sementara, untuk cadangan penyangga dalam bentuk minyak mentah, Wirat menuturkan sejauh ini masih dalam tahap diskusi dengan negara suplier seperti Arab Saudi.

“Arab saudi juga menyatakan ketertarikannya. Arab saudi lebih ke crude dia. Menaruh crude di sini, kalau kita ambil, baru kita bayar,” jelas dia.

Apa Komentar Kamu?