SHARE

medium_36hutan karbon

Satunegeri.com – Untuk menjawab kebutuhan bahan baku kayu, sekaligus pangan dan energi terbarukan, dapat penggunakan pengelolaan hutan tanaman dengan pola mosaik. Hal itu dikatakan Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan Hadi Daryanto.

Dengan pola mosaik tersebut  hutan tanaman dikembangkan pada areal terdegradasi sementara hutan alam yang masih baik dipertahankan. Hutan tanaman kawasan hutan, dapat dilakukan dengan menanam jenis penghasil pangan seperti sagu. Adapun, jenis tanaman semusim seperti jagung atau singkong juga dapat dikembangkan dengan pola tumpang gilir dan tumpang sari.

Sedangkan Untuk menghasilkan energi terbarukan, optimalisasi hutan tanaman bisa dilakukan dengan menanam pohon seperti aren, nyamplung dan jenis penghasil bahan bakar nabati. Kayu yang dihasilkan dari hutan tanaman juga bisa dimanfaatkan sebagai bioenergi berbasis biomassa,” katanya.

pengelolaan hutan tanaman dengan pola mosaik sekaligus menjawab kritik yang kerap dilontarkan oleh segelintir LSM terhadap pemanfaatan kawasan hutan di Indonesia.

Berdasarkan data Kemenhut, Luas lahan hutan di Indonesia mencapai 125,7 juta hektare atau mencapai 6,4% dari total luas daratan yang seluas 189,3 juta hektare. Luas hutan yang dialokasikan sebagai hutan produksi sebesar 73,9 juta hektare di mana sekitar 10,3 juta hektare dibebani izin pengelolaan hutan tanaman.

Apa Komentar Kamu?

LEAVE A REPLY

seventeen − 16 =