SHARE

medium_33energy-terbarukan

Satunegeri.com – Dalam sebuah konferensi pers dengan International Renewable Energy Agency (IRENA) atau Badan Energi Terbarukan Internasional, Abu Dhabi Fund menyatakan bahwa pihaknya telah menyediakan pinjaman lunak senilai US$ 57 juta untuk proyek-proyek energi bersih di lima negara berkembang.

Direktur Jenderal IRENA, Adnan Amin, seperti dikutip ChannelNewsAsia menyatakan bahwa Sheikdoms terkaya di wilayah Uni Emirat Arab tersebut berkomitmen untuk memberikan pinjaman lunak hingga US$ 350 juta kepada negara berkembang selama tujuh tahun.

Adapun negara-negara yang menikmati pinjaman dari Abu Dhabi Fund adalah Ekuador, Mali, Mauritania, Samoa dan Sierra Lonne. Pemerintah Abu Dhabi terobsesi mengembangkan energi baru terbarukan.

Pada Maret 2014, Abu Dhabi membangun pembangkit tenaga matahari terbesar di dunia yang mampu mengaliri listrik untuk 20.000 unit rumah.

Konferensi ini bertepatan dengan serangkaian acara yang diselenggarakan di bawah bendera Abu Dhabi Keberlanjutan Week, termasuk KTT energi dan air.

Pada bulan Maret tahun lalu, Abu Dhabi membuka pabrik terbesar di dunia terkonsentrasi tenaga surya, yang memiliki kapasitas untuk menyediakan listrik untuk 20.000 rumah.

Apa Komentar Kamu?