SHARE

63kelapa-sawit
Satunegeri.com – mandatory atau perintah tentang Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO), paling lambat pada tahun ini, seluruh perkebunan kelapan sawit di Indonesia harus memilikinya. Hal itu dikatakan Menteri Pertanian, Suswono saat acara International Conference on Oil Palm and Environment, dikutip dari deptan.go.id, Rabu (23/4)

“Pengembangan kelapa sawit diawali dengan pengembangan perkebunan rakyat melalui pola Perusahaan Inti Rakyat (PIR) dan penyelenggaraannya ditempuh dengan taat azas pada prinsip pembangunan berkelanjutan, yang berwawasan lingkungan,” katanya.

ISPO merupakan syarat mutlak untuk pengelolaan perkebunan kelapa sawit. Pasalnya, pengembangan perkebunan kelapa sawit tidak boleh mengabaikan lingkungan. Hingga saat ini baru 40 perusahaan yang sudah mengantongi ISPO. Sementara 73 perusahaan lainnya saat ini sedang dalam proses mendapatkan ISPO.

Pengembangan kelapa sawit ke depan dilakukan bukan dengan menambah luas kebun, melainkan dengan meningkatkan produktivitas kebun sawit. Dengan penanaman kembali (replanting) kebun-kebun sawit rakyat yang produktivitasnya rendah, produktivitas kebun rakyat dapat meningkat menjadi 5-6 ton per hektare. Sama dengan produktivitas kebun milik perusahaan swasta. Dengan peningkatan produktivitas sebesar itu, target mencapai 40 juta ton produksi kelapa sawit tahun 2020 dapat dicapai.

Apa Komentar Kamu?

LEAVE A REPLY

seven + 10 =