SHARE

46gas-elpiji-3kg-BJ3

Satunegeri.com – Berpindahnya pengguna elpiji no subsidi 12 Kg ke elpiji 3 kg akibat kenaikan harga elpiji 12 Kg, menurut Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Sofyan Djalil tidak dapat dihindarkan.

Padahal elpiji 3 kg, disediakan untuk masyarakat miskin karena masih mendapatkan subsidi dari pemerintah, sedangkan elpiji jenis 12 kg yang tidak mendapatkan subsidi sehingga harganya disesuaikan dengan nilai keekonomisannya.

Karena itu kedepannya ia mengharapkan sistem distribusi gas kepada masyarakat bisa diperbaiki. Agar masyarakat miskin bisa benar-benar menerima elpiji sesuai haknya.

Pemerintah, menurut Sofyan juga akan mendorong pembangunan infrastruktur pipa gas rumah tangga. Untuk merealisasikan hal itu, pemerintah akan mendorong Pertamina dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk menyiapkannya. Selain kedua perusahaan plat merah itu, pemerintah juga mendorong keterlibatan pemerintah daerah.

Akibat kenaikan harga elpiji 12 KG membuat disparitas harga antara 2 produk tersebut semakin lebar. Bahkan, dibeberapa tempat rencana kenaikan harga ini sudah membuat harga elpiji 12 kg membumbung tinggi.

Di tingkat rumah tangga pengguna di wilayah Ciputat, Tangerang Selatan, harga elpiji 12 kg saat ini sudah mencapai lebih dari Rp 155.000 per tabung. Harga itu naik Rp 25.000 dari harga satu bulan lalu yang sebesar Rp 130.000 per tabung. Sementara harga elpiji 3 kg di tingkat eceran saat ini sebesar Rp 17.000-Rp 20.000 per tabung.

Apa Komentar Kamu?