SHARE

petral

Satunegeri.com – Menanggapi rekomendasi Tim Reformasi Tata Kelola Migas terkait alih fungsi Petral kepada Integrated Supply Chain (ISC), Direktur Utama Dwi Soetjipto di Kantor Pusat Pertamina mengatakan bahwa PT Pertamina (persero) akan melakukan merubah posisi terhadap anak usahanya, Pertamina Energy Trading Limited (Petral), menjadi perusahaan dagang (trading company).

Ke depannya, Petral akan menjadi trading company agar mampu bergerak secara global dalam menjual dan membeli bahan bakar minyak (BBM) dari berbagai negara. Di samping itu, Petral dapat berkompetisi dengan trader atau NOC lain, termasuk Pertamina.

Selain itu, mengenai menghapus RON 88 dan hanya memproduksi RON 92 ke atas seperti yang juga direkomendasikan oleh Tim Reformasi Tata Kelola Migas, menurut Dwi Pertamina juga sedang berupaya merealisasikannya.

Sementara itu di kesempatan terpisah, Pengamat energi Marwan Batubara mengungkapkan, PT Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) tidak jadi dibubarkan oleh pemerintah karena masih dibutuhkan PT Pertamina (Persero).

Menurutnya memiliki perusahaan trading bukan sesuatu hal yang buruk. “Jadi memiliki trading arm bukan hal yang salah, bukan jelek malah menguntungkan. Tetapi kita ingin pengelolaan perusahaan dengan good governance, itu yang belum optimal,” ujar dia.

Apa Komentar Kamu?