SHARE

pertamina

satunegeri.com – PT Pertamina (Persero) dinilai layak diberikan prioritas dalam pengembangan energi panas bumi di Tanah Air. Sebab, Pertamina terbukti sukses mengembangkan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) yang dikelola anak usahanya, PT Pertamina Geothermal Energy (PGE). Kapasitas terpasang PLTP yang dikelola PGE saat ini mencapai 437 megawatt (MW) dan akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

“Pertamina sebagai perusahaan energi berkomitmen mengembangkan panas bumi dan ditunjang oleh kemampuan sumber daya manusia dan finansial yang cukup kuat. Apalagi Pertamina sudah berpengalaman pada bisnis panas bumi sejak 1970-an,” ujar Abadi Purnomo, Anggota Dewan Energi Nasional sekaligus Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia.

Dari Pertamina sepanjang 2015-2019, perseroan membangun PLTP dengan total kapasitas terpasang 907 MW, termasuk yang existing. Total investasi pengembangan pembangkit tersebut mencapai US$ 2,5 miliar. Hingga kuartal I 2016, produksi panas bumi Pertamina mencapai 761,51 GWH atau naik 6,3 persen pada kuartal I 2016 dibandingkan periode sama tahun lalu.

Suryadarma, Ketua Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), menambahkan pengembangan energi panas bumi membutuhkan dana cukup besar, terutama awal pembangunan. Untuk mendapatkan 1 MW rata-rata diperlukan dana sekitar US$2 juta. Sedangkan, jika sampai menghasilkan listrik diperlukan biaya sampai US$ 4 juta per MW. Hal ini disebabkan mencari sumber daya panasbumi sampai menghasilkan uap panas bumi menghadapi berbagai macam risiko, baik risiko eksplorasi, risiko teknis, risiko lingkungan, dan risiko finansial.

“Pada masa pemeliharaannya membutuhkan biaya yang relatif sedikit. Biaya yang diperlukan untuk pemboran sumur produksi bisa mencapai US$ 5-7 juta per sumur. Sedangkan sumur injeksi sekitar US$ 4 juta per sumur,” terang Suryadarma.

Pertamina, menurut Suryadarma, memiliki kemampuan finansial dan SDM mengelola energi panas bumi Tanah Air yang potensinya mencapai 29 ribu megawatt atau 40 persen di dunia. Karena itu, Pertamina wajar dipercaya pemerintah mengelola sejumlah wilayah kerja panas bumi (WKP).

Pemerintah belum lama ini menugaskan BUMN, di antaranya Pertamina untuk membangun PLTP dengan total kapasitas 1.200 MW. Sedangkan, rencana pengembangannya total 610 MW dari target 2025 sebesar 7.200 MW.