SHARE

Satunegeri.com — PT Pertamina (Persero) akan memiliki seluruh hak partisipasi (Participating Interest/PI) di blok Offshore Northwest Java (ONWJ) usai memperpanjang kontrak bagi hasil produksi (Production Sharing Contract/PSC) selama 20 tahun mendatang.

Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral I Gusti Nyoman Wiratmaja mengatakan, nantinya hak partisipasi Pertamina menjadi 100 persen di dalam kontrak baru yang dimulai 19 Januari 2017 mendatang.

Apabila ada perusahaan yang ingin memiliki hak partisipasi di ONWJ, maka Pertamina bisa melakukan share down secara business to business.

“Jadi, nanti pemerintah melimpahkannya ke Pertamina dulu. Lalu, Pertamina boleh share down,” ujarnya ditemui di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Selasa (22/11).

Lebih lanjut ia menjelaskan, pelimpahan 100 persen hak partisipasi di blok ONWJ itu merupakan keputusan pemerintah. Kendati demikian, ia tak menyebut alasan spesifik terkait hal ini.

Di samping itu, ia menerangkan bahwa Menteri ESDM Ignasius Jonan sudah menugaskan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas). Saat ini, Kementerian ESDM tengah menunggu surat keputusan dari pengawas hulu migas tersebut.

“Sudah diserahkan via SKK Migas. Saat ini, masih dibahas dengan Pertamina,” katanya.

Meski demikian, pengelolaan 100 persen ke perusahaan migas pelat merah ini tidak akan mengganggu komitmen belanja modal blok ONWJ. Selain itu, keputusan ini juga tidak mengubah rencana kerja dan anggaran (Work Program and Budget/WP&B) SKK Migas, mengingat Pertamina bertindak sebagai operator.

“Tidak akan memengaruhi apa-apa, karena operatornya tetap Pertamina. Tidak berganti,” terang Wiratmaja.

Sebagai informasi, saat ini hak partisipasi blok ONWJ terdiri dari, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) ONWJ sebesar 58,28 persen, PT Energi Mega Persada ONWJ sebanyak 36,72 persen, dan Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company (Kufpec) Indonesia sekitar 5 persen.

Tadinya, perubahan hak partisipasi di blok ONWJ per Januari 2017 terdiri dari PHE ONWJ sebesar 73,5 persen, EMP ONWJ sebesar 24 persen, dan Kufpec sebesar 2,5 persen.

Hingga akhir tahun ini, produksi minyak ONWJ ditargetkan mencapai 37.300 barel per hari atau menurun ketimbang posisi tahun sebelumnya, yaitu 40 ribu barel per hari. Begitu pun dengan produksi gas yang tahun ini diprediksi mencapai 163 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) atau turun dari angka 178 MMSCFD tahun lalu