SHARE

image-satunegeriSatuNegeri.com – Sewaktu menjabat sebagai Pangdam II Sriwijaya, SBY pernah orasi ilmiah di kampus IAIN Raden Patah Palembang tgl 26 Desember 1996. Meskipun diakui berisi pandangan pribadi, namun justru karena itulah kami tergelitik bertanya sejauh mana pernyataan-pertanyaan kritis dalam orasi tersebut masih bersemayam dalam hati SBY. Agar obyektif kami kutip beberapa butir dari orasi tersebut sebagai berikut :

"Sudahkah kita benar benar merdeka yang tidak hanya bebas dari penjajahan bangsa lain, namun jugg bebas dari tekanan, dominasi dan penguasaan bangsa asing baik dalam arti ideologi, politik, ekonomi maupun keamanan?"

Selanjutnya SBY berorasi ; " Sejauh manakah kita berhasil membangun kualitas kedaulatan rakyat? Mampukah kita menolak dan menahan campur tangan asing dalam menangani permasalahan sendiri ditengah-tengah bangkitnya globalisme dan universalisme dengan perangkat dunia dan norma-normanya?… bagaimana tingkat kemakmuran bangsa dewasa ini?, Sejauh manakah kita mampu meningkatkan kemakmuran bangsa dibandingkan dengan kondisi sepuluh, duapuluh atau limapuluh tahun sebelumnya?. Tidak tertinggalkah bangsa kita dengan negara negara sekitar kita…..? "

Kami mempertanyakan kembali isi pidato tersebut, karena setelah berkuasa selama hampir 8 tahun, dua hal yang dipertanyakan dalam orasi tersebut menyangkut peran asing dan ketertinggalan bangsa sangat nyata sekarang dirasakan.

  1. Peran asing dalam mengatur ekonomi terasa makin mencengkeram. Kekuatan kapitalis deng neoliberalismenya luar biasa bahkan menyentuh bidang bidang lain, sehingga banyak kalangan mempertanyakan makna pernyataan SBY :"I love The United States, with all its faults. I consider it my second country"~SBY (International Herald Tribune, Aug/8/2003)"

  2. Bahwa nyata dalam banyak aspek bangsa kita sudah tertinggal dari banyak negara Asia Timur termasuk dengan Malaysia, meskipun awalnya kita setara dengan bangsa Asia Timur 50an thn yang lalu.


Karena itu kami mempertanyakan kesungguhan SBY merubah keadaan tersebut jika masih komit dengan isi hati pribadinya sebelum jadi Presiden yang diucapkan tahun 1996 yang lalu.(MHT)

 

Apa Komentar Kamu?

LEAVE A REPLY

2 + nine =