SHARE

Satunegei.com – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) hari ini meluncurkan program PGNtrepeneur di kawasan Waduk Pluit, Jakarta Utara. Program ini merupakan bagian dari rangkaian HUT PGN ke-50 tahun dan inisiatif Perseroan untuk memberdayakan masyarakat Indonesia dengan meningkatkan keterampilan dan skill melalui program pelatihan kewirausahaan. Program ini juga menjadi bagian dari upaya PGN untuk mendorong pemanfaatan gas bumi bagi pengusaha kecil.

Dalam program PGNtrepeneur, Perseroan akan mengikutsertakan peserta yang berasal dari Komunitas Bajaj Gas (KOBAGAS) dan ibu rumah tangga yang berasal dari 11 rusun yang berada di wilayah Jabodetabek. Program ini diwujudkan sekaligus untuk menjalin hubungan baik antara PGN dengan para stakeholders-nya yakni masyarakat umum dan pelanggan PGN, baik pelanggan rumah tangga, komersial, transportasi dan industri.

Direktur Keuangan PGN, Riza Pahlevi Tabrani menjelaskan, program PGNtrepeneur merupakan inisiatif PGN untuk ikut terlibat langsung dalam pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan sektor usaha kecil. Melalui kegiatan kewirausahaan ini diharapkan akan lahir lebih banyak usaha kecil yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan keluarga Indonesia.

“Program PGNtrepeneur menjadi salah satu terobosan PGN untuk ikut berpartisipasi dalam melahirkan usaha-usaha kecil yang menggunakan gas bumi sebagai sumber energi. Kami percaya dengan energi baik gas bumi, usaha yang dirintis ini akan lebih efisien dan menguntungkan,” ujar Riza di Jakarta (3/6).

Program PGNtrepreneur terbagi menjadi dua bagian, yakni pelatihan mekanik untuk pengemudi bajaj gas dan pelatihan memasak untuk ibu rumah tangga yang dilaksanakan pada bulan Juni dan Agustus  2015. Pelatihan mekanik bajaj dilakukan untuk 120 orang pengemudi bajaj gas, melalui 4 kali pelatihan dengan masing-masing jumlah peserta sebanyak 30 orang di setiap pelatihannya. Pelatihan tersebut dilakukan di 2 tempat yaitu di MRU Waduk Pluit untuk pengemudi KOBAGAS wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Sedangkan untuk pengemudi KOBAGAS wilayah Jakarta Timur – Bekasi, pelatihan dilakukan di SPBG Pondok Ungu.
Dalam pelatihan ini Peserta akan mendapat mentoring dari para ahli otomotif dan mekanika bajaj. Melalui pelatihan ini para peserta diharapan dapat meningkatkan skill dan kemampuannya dalam melakukan perbaikan bajaj gas secara mandiri. Dengan demikian pemilik bajaj dapat menekan biaya perawatan bajaj. Berkurangnya pengeluaran untuk perawatan bajaj tersebut dapat dialokasikan untuk kebutuhan keluarga yang lain.

Sementara itu, pelatihan memasak bagi ibu-ibu rumah tangga berlangsung selama 1 – 2 hari, yang akan dilaksanakan di 11 (sebelas) rusun di Jakarta dan Tangerang. Pelatihan memasak dilakukan bagi 220 ibu-ibu rumah tangga yang berasal dari  11 rusun di Jakarta dan Tangerang yang dilakukan masing-masing 2 hari di tiap rusun dengan jumlah peserta 20 orang per pelatihan.

Pelatihan ini akan dipandu oleh para chef yang ahli dalam bidang memasak. Diharapkan dari pelatihan ini, para ibu rumah tangga memiliki bekal untuk merintis usaha kecil seperti kuliner, yang kini pasarnya tumbuh sangat besar.

Riza mengatakan, melalui kegiataan yang mendorong kewirausahaan ini PGN berharap dapat mendukung upaya pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja dan mengurangi pengangguran.
“Sebagai BUMN gas bumi, PGN akan terus berusaha untuk meningkatkan kontribusinya bagi pertumbuhan ekonomi nasional. PGNtrepreneur adalah salah satu solusi yang akan terus dikembangkan PGN untuk mendorong tumbuhnya jiwa wirausaha dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja,” jelas Riza.

Apa Komentar Kamu?