SHARE

Satunegeri.com — PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) sangat optimistis menargetkan 100 persen wilayah Indonesia bisa mendapat akses listrik tahun ini. Sementara pemerintah memberikan target rasio elektrifikasi yang lebih rendah, yakni 99,9 persen pada tahun depan.

“Target rasio elektrifikasi nasional, sebenarnya di akhir 2019 itu hanya 97,5 persen. Kami revisi, kami coba di akhir 2019 itu menjadi 99,9 persen,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan di Energy Building, Jakarta, Selasa (6/3).

Sementara itu, pemerintah memberikan target, yakni 99,9% elektrifikasi di tahun depan. Jonan cukup yakin target tersebut bisa tercapai, mengingat capaian rasio elektrifikasi pada 2017 yang melampaui target. Dari target rasio elektrifikasi 92,75 persen, tahun lalu realisasinya sudah mencapai 95,92 persen.

Untuk mencapai rasio elektrifikasi 99,9 persen, pemerintah akan membantu PLN dalam pengadaan listrik untuk 400 ribu rumah di daerah terpencil menggunakan APBN. Listrik yang diberikan bagi rumah-rumah tersebut rencananya menggunakan sistem panel surya atau solar system.

“APBN menghitung bukan jumlah desa. Tapi, berdasarkan jumlah rumah tinggal. Karena pesan Bapak Presiden (Joko Widodo), penggunaan energi ini harus menggunakan Sila Kelima (Pancasila), energi berkeadilan sosial,” ujar Jonan menambahkan.

Meski pemerintah cukup yakin menaikkan target rasio elektrifikasi di 2019, PLN lebih optimistis dengan menargetkan seluruh wilayah Indonesia bisa mendapat akses listrik tahun ini. “Target Pemerintah untuk melistriki semua 100 persen pada 2019, kami berencana PLN minimal rasio listrik bisa kami berikan 100 persen di akhir tahun 2018,” ujar Direktur Perencanaan Korporat PLN Syofvi Felienty Roekman.

Dia mengatakan target PLN adalah melistriki 3.660 desa sebagai upaya untuk memenuhi 100 persen rasio elektrifikasi. Sebagai tahapannya, dalam waktu dekat PLN akan menerangi dusun-dusun terlebih dahulu.

“Jadi, sudah ada satu dusun yang sudah terlistriki, kita kembangkan ke dusun-dusun yang lain. Itu yang paling cepat sebenarnya,” ujarnya.

Untuk mencapai target 100 persen rasio elektrifikasi, langkah lain PLN adalah menggunakan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) yang dicanangkan oleh Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM. Lampu LTSHE sendiri dapat dipakai hingga 3 tahun, sebelum listrik permanen masuk ke dusun-dusun tersebut.

Menurutnya, PLN akan memfokuskan pada dua wilayah untuk dialiri listrik, yaitu di Nusa Tenggara Timur dan Papua Timur yang rasio elektrifikasinya masih di bawah 60 persen. “Yang main land sudah oke, sekarang yang Indonesia Timur kita genjot,” ujarnya.

Untuk mewujudkan mimpi 100 persen elektrifikasi, PLN harus menyiapkan dana sebesar Rp 15,9 triliun untuk 3.660 desa yang tersebar di seluruh Indonesia. Namun, dirinya tidak menyebutkan secara rinci dari mana sumber dananya.

Apa Komentar Kamu?