SHARE

image-satunegeri

SatuNegeri.com – Untuk menghindari penurunan kinerja akibat usangnya pembangkit yang dimiliki PT Pembangkit Jawa Bali (PJB), maka perseroan bermaksud menerapkan proses Remaining Life Assesment (RLA).

"Hal tersebut (pembangkit tua) sangatlah rawan terjadinya kerusakan akibat penurunan fungsi material dan peralatan," katanya di Jakarta, Senin (2/7), Kata Direktur Utama PLN Nur Pamudji.

RLA adalah usaha untuk mengukur, memprediksi umur sisa suatu peralatan. Dengan mengetahui umur sisa suatu peralatan atau bagiannya, maka teknisi dapat merencanakan penggantian atau perbaikan.

Nur Pamudji mengatakan, RLA bertujuan untuk mengantisipasi kerusakan alat sehingga jadwal inspeksi perbaikan dan penggunaan komponen dapat dijadwalkan sesegera mungkin. Biasanya gangguan terjadi pada tube boiler, trafo dan generator.

Berdasarkan data PT PJB rata-rata umur pembangkitnya adalah 22,47 tahun atau 92,9 persen untuk termal dan 47,79 tahun atau 119,46 persen untuk pembangkit air dari batas masa kelaikan alat.

Apa Komentar Kamu?

LEAVE A REPLY