SHARE

58TDL

Satunegeri.com – PT. Perusahaan Listrik Negara(PLN) yang sedianya akan menaikkan tarif dasar listrik mulai tanggal 1 Januari lalu, akhirnya ditunda untuk tiga buan kedepan. Hal itu dikatakan oleh Direktur Utama PLN, Sofyan Basir.

Menurutnya penundaan itu diminta langsung oleh Presiden Joko Widodo sendiri. Salah satu pertimbangan Presiden Jokowi, menurut Sofyan adalah masyarakat sudah terbebani kenaikan harga BBM akhir tahun lalu.

penundaan kenaikan tarif listrik juga disebabkan turunnya harga minyak dunia. Dirinya mengaku akan segera menginformasikan penundaan kenaikan tarif listrik ke Menteri ESDM, Sudirman Said.

Selain itu, Sofyan Basir juga menjelaskan bahwa pihaknya membutuhkan payung hukum yang super power untuk membangun mega proyek pembangkit listrik 35.000 megawatt (MW) dalam jangka waktu lima tahun ke depan.

Surat Keputusan Menteri ESDM yang mengatur soal tender atau lelang, masalah lahan dan harga listrik memang cukup kuat, tapi payung hukumnya belum jelas untuk PLN.

Sofyan mengungkapkan, PLN memiliki kewajiban membangun 10.000 MW dari total 35.000 MW yang sudah direncanakan oleh pemerintah. Sisanya yang hampir 25.000 MW dari pihak swasta atau Independent Power Producer (IPP).

Apa Komentar Kamu?