SHARE

Oleh : Ustadz Arsal Sjah

Satunegeri.com – Ada fenomena menarik yang terjadi sejak beberapa tahun lalu. Ketika banyak lingkungan yang memasang portal, baik di kompleknya, jalan-jalannya atau gang-gang nya. Banyak motif, tapi satu yang sama dan mungkin yang utama, yaitu faktor keamanan. Kekhawatiran akan kemalingan, kecurian dan kehilangan harta benda yang ada di rumah. Sebuah langkah pengamanan yang kita cukup cerdas untuk memikirkannya tanpa perlu di ajarkan, karena memang di antara kebutuhan standar manusia adalah rasa aman.

Tak ada yang salah dengan hal tersebut, namun mari kita coba mengambil pelajaran darinya. Betapa besar rasa kepemilikan kita terhadap dunia (harta) kita, sehingga tak rela kita kehilangannya apalagi hilang karena dicuri penjahat. Betapa besar kekhawatiran kita atas dunia (harta) kita, sehingga kita amankan sedemikian rupa yang kadang sampai membatasi kebebasan kita sendiri atau malah kebebasan orang lain.

Tapi…
✏Pernahkah kita bandingkan dengan rasa kepemilikan kita atas akhirat kita? Apa yang sudah kita lakukan agar kita tak kehilangan akhirat kita? Atau seberapa besar kekhawatiran kita pada akhirat kita sehingga kita melakukan berbagai upaya untuk mengamankannya?

✏Pernahkah kita merasakan begitu takutnya kehilangan surga kita di akhirat nanti?

✏Atau pernahkah kita merasakan kekhawatiran akan hilangnya kenikmatan dalam beribadah?

✏Atau pernahkah kita merasa begitu kehilangan saat kesempatan bersedekah itu luput dari kita?

✏Atau pernahkah kita merasa begitu tertekan saat kemampuan kita membaca alquran tak kunjung membaik?

✏Atau pernahkah kita merasakan kesedihan yang mendalam saat terbangun di pagi hari tanpa semenit pun merasakan nikmatnya basuhan wudhu di sepertiga malam untuk rukuk dan sujud, bersimpuh dan bermanja pada Sang Penyayang?

✏Atau pernahkah kita merasakan penyesalan yang sangat besar saat harus kehilangan kesempatan bersama lebih lama dengan Ramadhan karena waktu berlalu begitu cepat?

Pernahkah?

Ya Allah betapa takut dan khawatirnya kami kehilangan akhirat kami; kehilangan iman di dada yang dengan iman itu kami cinta pada-Mu; atau kehabisan masa untuk selalu bersama-Mu dalam sujud-sujud panjang kami. 😭

Hai jiwa…
Jangan biarkan Ramadhan berlalu begitu saja tanpa pernah kau merasakan memilikinya. Dekap erat dan nikmati hangat cinta-Nya di Ramadhan Mulia, sebelum ramadhan meninggalkanmu atau kau yang meninggalkannya.

#catatanharianramadhan

Apa Komentar Kamu?