SHARE

image-satunegeri

satunegeri.com – Untuk menghadapi pemberlakuan pasar bebas dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, Menteri Kelautan dan Perikanan Sjarif Tjitjip Soetardjo mengingatkan,  pentingnya standar mutu produk perikanan Indonesia.

Menurutnya, untuk berdaya saing dengan negara lain, produk kelautan dan perikanan dari Indonesia harus mempunyai standar nasional yang secara resmi diakui secara nasional dan internasional. Karena itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sudah menerapkan Sistem Manajemen Mutu Terpadu Hasil Perikanan yang merupakan salah satu upaya untuk mencapai tingkat pemanfaatan potensi sumberdaya perikanan secara berdaya guna.

Sebelumnya, Kepala Badan Standarisasi Nasional (BSN) Bambang Prasetya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, mengatakan, dengan adanya standar nasional bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai produk sesuai dengan aturan standar yang ditentukan. .

"Pentingnya standar mutu harus terus disuarakan mengingat arus produk dan jasa makin tidak terkendali, khususnya produk impor yang sering menimbulkan berbagai masalah," katanya.

Pentingnya penyuaraan terkait dengan standar mutu tersebut bukan hanya disuarakan kepada beberapa lapisan masyarakat saja, melainkan diserukan ke seluruh lapisan masyarakat baik yang berada di daerah perkotaan maupun perdesaan.

Bertepatan dengan Hari Standar Dunia (World Standard Day) yang jatuh pada tanggal 14 Oktober, berbagai negara di dunia mengampanyekan pentingnya standar bagi kehidupan dan di Indonesia peringatan tersebut dikaitkan dengan Bulan Mutu yang setiap diperingati November mendatang.

"Bersamaan dengan momentum ini perlu dibangkitkan kembali tentang pentingnya mutu dan infrastruktur mutu pendukungnya, termasuk standar, penilaian kesesuaian, dan metrologi," kata Bambang.

Apa Komentar Kamu?

LEAVE A REPLY

nine + four =