SHARE

energi-terbarukan

satunegeri.com –¬†Indonesia memiliki potensi besar dalam Energi Baru Terbarukan (EBT), diantaranya yaitu energi bayu (angin) sebesar 950 Megawatt, tenaga surya sebesar 11 Gigawatt, tenaga air (energi hydro) sebesar 75 Gigawatt, energi biomasa 32 Megawatt, dan biofuel sebesar 32 Megawatt. Sedangkan untuk potensi energi laut sebesar 60 Gigawatt dan panas bumi (Geothermal) yang diperkirakan memiliki potensi sebesar 29 Gigawatt.

Bisa dibayangkan Indonesia betapa besarnya potensi itu, mulai dari panas bumi, angin, air, biomasa, dan bioenergi, yang mana semua potensi itu belum tergarap dengan maksimal, demikian yang dikatakan oleh Presiden Jokowi.

Dari beberapa pengamat dan konsultan independen yang sudah memberikan hasil studi dan analis mengatakan bahwa mereka optimis terhadap Indonesia, dimana di tahun 2045 ekonomi Indonesia diproyeksikan akan mencapai peringkat ke-4 sedunia, dengan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar US$ 12.210 Miliar. Sebelumnya di tahun 2014 Indonesia telah menempati peringkat ke-9 dunia.

Oleh sebab itu, Pemerintah Indonesia serius ingin memanfaatkan energi baru terbarukan dan akan konsisten untuk mengembangkannya. Hal ini dipandang karena potensi yang besar dan berlimpah itu telah ada di Indonesia.  Energi ini bukanlah komoditas biasa, tetapi komoditas strategis, yang mana seluruh sistem dan dinamika kehidupan manusia dan negara tergantung kepada energi, yang sudah menjadi urat nadi kehidupan pada hampir semua sektor.

Memang tidak perlu dipungkiri lagi, jika energi yang ada mampu menjadi penggerak bagi industri dan pertumbuhan ekonomi nasional yang sangat krusial bagi kekuatan negara. Energi yang merupakan penggerak bagi segala sektor, dari mulai rumah tangga, perdagangan, transportasi, sampai sistem komunikasi dan informasi.

Menteri ESDM menjelaskan kebijakan harga BBM, yang mulai tahun 2016 diperhitungkan per tiga bulan dengan pertimbangan melindungi kebutuhan masyarakat. Hal ini didasarkan hasil beberapa studi bahwa naik turunnya harga BBM berdampak langsung pada sejumlah aspek, seperti transportasi, logistik, bahan pangan, deflasi dan inflasi. Harga BBM Indonesia faktanya tidak terlalu tinggi untuk Kawasan ASEAN. Indonesia ada pada urutan ketiga dengan harga termurah diantara negara di ASEAN. Harga BBM kita masih lebih baik dibanding dengan negara lain.

Apa Komentar Kamu?