SHARE

medium_26PT. timah1

Satunegeri.com – Untuk memproduksi 50 kg tanah jarang atau rare earth di Bangka Belitung, PT Timah Tbk segera mengoperasikan smelter untuk memproduksinya. Hal itu dikatakan Sekretaris Perusahaan Timah, Agung Nugroho, dalam keterbukaan informasi di situs resmi BEI, Selasa (28/7).

Untuk proyek tanah jarang tersebut akan dilakukan di Kawasan Industri Tanjung Ular, Bangka Belitung, dengan mencakup area seluas 110 hektar.

Potensi nilai yang akan didapatkan dari penambangan tanah jarang untuk mengambil unsur-unsur bernilai tinggi seperti thorium, bisa mencapai 10 kali lipat dari nilai tanah jarang sendiri.

Unsur-unsur dalam tanah jarang tersebut selama ini dimanfaatkan industri elektronik, seperti komponen dalam ponsel hingga televisi.

Apa Komentar Kamu?