SHARE

Satunegeri.com — Rektor Institut Pertanian Bogor Prof Herry Suhardiyanto M.Sc mengungkapkan Indonesia harus mengembangkan sumber daya akuakultur modern untuk menarik minat generasi muda di bidang perikanan dan budi daya.

Herry menjelaskan, peran bioteknologi dalam akuakultur sangat penting untuk memastikan produksi yang dihasilkan lebih memperhatikan lingkungan. Kondisi sumber daya alam Indonesia saat ini, lanjut Prof Herry sudah sangat memprihatinkan terutama dari ketersediaan jumlahnya yang kian berkurang serta ancaman kerusakan lingkungan.

“Dalam proses ini perlu mengembangkan sumber daya modern agar generasi muda tertarik menekuni bidang aquakultur ini,” kata Prof Herry Suhardiyanto M.Sc saat membuka Simposium Nasional Bioteknologi Akuakultur V di Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (11/9).

Ia mengatakan, hal terpenting yang dikembangkan model budi daya perikanan (akuakultur) yang sistem budi daya perikanan berada pada level komponen yang terlibat di dalamnya.

“Oleh karena itu, sudah saatnya kita mengambil langkah-langkah memanfaatkan bioteknologi untuk meningkatkan mutu produksi budi daya perikanan, dan memastikan apa yang dihasilkan ramah lingkungan,” kata Herry. Yakni melalui pemilihan benih dan bibit, kualitas air yang terjamin, teknologi yang digunakan, dan berkelanjutan untuk keramahan lingkungan.

Untuk itu, lanjut Prof Herry, adanya pengembangan sumber daya alam modren dapat menarik minat generasi muda untuk menekuni bidang tersebut. Dengan demikian, apa yang menjadi perjuangan dapat terus terlaksana hingga akhir yakni budi daya perikanan yang ramah lingkungan, produktifitas yang meningkat, serta kualitas unggul.

“Selain itu, perlu dipastikan segenap sumber daya alam yang dimiliki dapat dikelola sebaik-baiknya. Sehingga nilai tambah dapat digunakan oleh pelaku usaha, dan anak-anak kita mendapat pasokan pangan sebagai sumber protein yang baik,” kata Prof Herry.

Rektor kembali menekankan, dalam penggunaan bioteknilogi akuakultur hendaknya memastikan kualitas air terjaga dengan baik, sehingga bioteknologi tersebut dapat memastikan ikan yang dikembangkan benar-benar terjaga.

Rektor menambahkan, perkembangan perikan di Indonesia dapat direspons dengan teknologi. Dan para pelaku harus memastikan teknologi yang diterapkan berbasis pada ilmu dan pengetahuan.

Apa Komentar Kamu?

LEAVE A REPLY

17 + twenty =