SHARE

76kopi

Satunegeri.com – Minimnya permodalan, membuat rencana petani kopi di Kabupaten Bandung untuk memaksimalkan lahan perkebunan mereka menjadi terhambat utama. Padahal rencananya diantara perkebunan kopi mereka akan digunakan untuk komoditi jeruk dan budidaya lebah madu.

Menurut Ketua Kelompok Tani Karasa Desa Alamendah, Kecamatan Rancabali, Dadang Suherman, meski menanam kopi telah membantu ekonomi petani, tapi petani pun ingin terus meningkatkan kesejahteraannya.

SElain itu, tidak dilakukan tanaman sela, maka petani tidak memiliki kegiatan selama sisa empat bulan. Untuk itu, mereka memerlukan kegiatan usaha lain agar bisa menambah penghasilan keluarga. Salah satu upaya tersebut adalah dengan menanam tanaman jeruk atau beternak lebah agar mendapatkan madu.

Akan tetapi, upaya tersebut terkendala oleh minimnya modal. Untuk itu, mereka berharap ada dana stimulan dari pemerintah maupun instansi swasta.

Hingga saat ini, dalam kelompok tani yang dipimpinnya saat ini ada 65 orang anggota. Mereka menggarap 62 hektare lahan milik Perhutani yang dikerjasamakan melalui Lembaga Masyarakat Daerah Hutan (LMDH). Serta sekitar 7 hektare lahan milik perorangan. Jadi total luas lahan yang dikelola kelompok tani ini seluas 69 hektare.

“Setiap musim panen menghasilkan kurang lebih 200 ton biji kopi. Tanaman kopi yang kami budidayakan adalah jenis Arabika dengan kualitas unggul,” ujarnya.

Apa Komentar Kamu?

LEAVE A REPLY

five + 12 =