SHARE

1455050_721904664558325_8439052953647879620_nSampai sekarang belum ada keputusan pemerintahan Presiden Jokowi mengenai status Blok Mahakam, apakah akan kembali dikelola Total dan Inpex ataukah dikebalikan ke Pertamina.

disayangkan, sikap para pejabat negara tampaknya justru lebih berpihak pada asing, sambil merendahkan kemampuan Pertamina. Pemerintahpun tampaknya terlibat dalam rekayasa memperlambat pengambila keputusan, yang tujuan akhirnya untuk kembali memperpanjang kontrak Mahakam kepad Total dan Inpex (halaman vii)

hambatan terbesar untuk kembali memilikiBlok Mahakam yang mendatangkan keuntungan Rp20 Triliun setiap tahunya kepada kontraktor migas dari Perancis dan Jepang tersebut adalah, adanya keinginan para pejabat di Kementrian ESDM, BP Migas dan SKK Migas untuk menyerahkan kembali pengelolaan Blok Mahakam kepada Total dan Inpex. Memang selama ini di ketiga lembaga pemerintahan tersebut dikenal sebagai sarangnya pro liberalisasi, pro neolib, antek asing dan aseng. Tidaklah mengherankan jika banyak pejabat di ketiga lembaga tersebut yang ngotot membela habis-habisan Total dan Inpex.

Penulis buku ini, Marwan Batubara Berhasil membuka tabir mengapa pihak Total dan Inpex tetap ingin menguasai blok Mahakam.

Pertama, karena masih besarnya cadangan migas terukti yang tersisa di Blok Mahakam, meski telah dieksploitasi besar-besaran. maka tidaklah mengherankan jika keduanya ngotot minta perpanjangan kontrak selama 10 tahun hingga 2027 nanti.

Kedua, potensi keuntungan yang akan diperoleh hingga cadangan migas Blok Mahakam habis diperkirakan Rp170 Triliun – Rp200 Triliun. jika diperpanjang hingga tahun 2027, diperkirakan ketika kontrak nanti habis maka habislah cadangan migas Blok Mahakam.

Ketiga, dengan Tetap Menguasai Blok Mahakam, maka perancis dan jepang akan tetap memiliki kepentingan strategis, politik, ekonomi, energi, keuangan, sosial, dan hankam terhadap Indonesia. Sehingga bangsa dan rakyat Indonesia akan tetap menjadi buruh di negaranya sendiri. dapatkan Buku Kembalikan Mahakam di TB Gramedia, TB Gunung Agung, dan Tokopedia

sumber: GeoEnergi

Apa Komentar Kamu?