SHARE

Judul tulisan ini terinspirasi dari tagline salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia yaitu NET TV. Bukan bermaksud untuk mempromosikan stasiun televisi ini, namun kenyataannya memang demikian, bahwa stasiun televisi ini merupakan bentuk nyata televisi yang program-programnya benar-benar layak untuk ditonton sesuai tujuan televisi pada dasarnya yaitu tontonan dan tuntunan.

Selain NET TV, ada juga Kompas TV yang mengusung tagline “Inspirasi Indonesia”. Tagline ini mungkin saja sesuai harapan stasiun televisi ini yang program-programnya memang dapat menginspirasi masyarakat. Namun, ada kelemahan dari kedua stasiun televisi ini yaitu “kurang membumi”.

Televisi merupakan salah satu bentuk media yang mana sangat penting sebagai indikator utama adanya fungsi media pada jalur yang sebenarnya. Menurut Ridwan Kamil, sebuah pembangunan akan berhasil jika adanya partisipasi positif dari Pemerintah, Masyarakat, Swasta dan Media. Namun seperti yang kita ketahui bahwasanya media pada sekarang ini tidak dapat dipertimbangkan karena adanya sang pemilik yang mempunyai kepentingan pribadi dan sebagainya.

Melihat hal demikian, ada secercah harapan dengan munculnya dua stasiun televisi swasta ini. NET TV dan Kompas TV merupakan cerminan bahwa media di Indonesia tidak selamanya buruk. Melalui program-program dalam kedua stasiun televisi swasta ini mungkin masyarakat Indonesia masih mempunyai harapan untuk optimis membangun bangsa ini bersama-sama, karena membangun bangsa ini sendirian sekarang sudah tidak jaman.

Tulisan ini bukan bermaksud untuk mendiskreditkan stasiun televisi lain. Tentu saja stasiun televisi selain NET TV dan Kompas TV mempunyai nilai positif masing-masing. Namun mengapa yang dideskripsikan dalam tulisan ini adalah kedua stasiun televisi ini dikarenakan dalam semua bentuk program baik berita, infotainment, entertainment dan lain-lain dalam kedua stasiun televisi ini semuanya disajikan sebagaimana mestinya dengan memperhatikan kualitas bukan karena agenda setting dari individu atau kelompok tertentu.

Salah satu kajian menarik tentang televisi masa kini selain keteladanan dari NET TV dan Kompas TV adalah dalam hal pendidikan dalam Televisi. Perasaan miris muncul ketika kita melihat balita sudah menonton sinetron atau program-program stasiun televisi yang tidak jelas mana nilai pendidikannya. Menurut ahli, anak-anak dalam pertumbuhan hendaknya disajikan dengan hal-hal yang edukatif yang mana dalam hal ini harusnya kita sajikan program-program stasiun televisi yang mendidik.

Hal tentang pendidikan dalam televisi tersebut yang harus di perhatikan serius oleh semua kalangan. Jangan sampai generasi bangsa kita menjadikan masa depan bangsa kita suram, kita harus melakukan pola pikir dan aksi solutif untuk perubahan televisi masa kini, mari kita ingatkan kepada pemilik dan pengelola seluruh stasiun televisi Indonesia untuk public oriented not private oriented. Ada beberapa hal strategis yang kira-kira harus jadikan garis besar kita dalam perkembangan televisi masa kini yaitu hal preventif dan hal represif.

Hal preventif yang harus dilakukan adalah dengan mengajak masyarakat untuk cerdas memilih tontonan, jika perlu mari kita bimbing dan jelaskan bagaimana nilai-nilai terhadap program-program stasiun televisi yang ditontonnya. Selain unsur masyarakat hal preventif berikutknya mari kita galakkan kepada pemilik dan pengelola media untuk public oriented, kemudian mari kita juga serukan kepada Pemerintah untuk menetapkan kebijakan untuk kebermenfaatan media sebagai salah satu motor pembangunan bangsa.

Selanjutnya tentang hal represif yang harus dilakukan adalah dengan adanya penindakan yang tegas dari pelanggaran secara formal, etis maupun konteks nurani yang dapat berindikasi pada penyimpangan fungsi dari media dan penyimpangan penyebab kemacetan pembangunan bangsa. Siapa yang dapat menindak tegas pelanggaran tersebut? Tentunya lembaga negara, masyarakat dan kita sendiri. Mari kita kembalikan televisi sebagai tontonan dan tuntunan, serta mari kita ubah televisi masa lama menjadi televisi masa kini yang mana merupakan salah satu motor penggerak pembangunan bangsa.

Sapto Setyo Nugroho
Ketua HMJ Ilmu Pemerintahan FISIP Undip

Apa Komentar Kamu?