SHARE

Kemelaratan bukan saja sebab ekonomi buruk tetapi punya akar di budaya dan peradaban. Hasrat dan daya mampu melestarikan dan mensejahterakan diri merupakan manifestasi peradaban.

Kegagalan memilih pemimpin bangsa yang hanya petugas partai juga ekspresi budaya dan peradaban.

Menjual bumi & kekayaan alam kpd asing adalah ekspresi rendahnya peradaban,rendahnya daya survival sebuah bangsa yang itu tdk terjadi di negara-negara “sadar eksistensialisme” semisal USA Inggris, Jepang atau Cina.

Merampok harta negara sebagai bentuk kesepakatan komunitas untuk mengatur dirinya bukan lagi kejahatan tetapi kebiadaban.

Kemiskinan2 intelektual, moralitas dan etika, serta kehidupan yang tidak kunjung mampu cerdas memperparah kemelaratan budaya, tidak memungkinkan ada perubahan status sejarah nihilisme keadaban.Tidak akan ada modal humanisme untuk menggerakkan “revolusi mental”. Revolusi mental hanyalah omong kosong tanpa munculnya leadership tokoh2 adiluhung berbudaya agung.

SriEdi.

Apa Komentar Kamu?