SHARE

image-satunegeriBiaya Rp.70 juta pertahun yang dibayarkan ke PAM oleh Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulanan Bencana, ternyata tidak menjamin kelancaran penyediaan air untuk mengisi alat pemadam kebakaran dengan cepat di lima wilayah Jakarta.

"Mau dipakai atau tidak dipakai, kami harus bayar segitu. Itu belum termasuk yang di suku dinas. Jadi coba saja kalikan semuanya, maka pengeluaran untuk air hampir Rp 70 juta per bulan," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI, Paimin Napitupulu, di Jakarta, Selasa(4/10).

Dari 1.418 hidran, diperkirakan hanya 40 persen saja yang berfungsi. Sisanya ada yang rusak, ada yang mengeluarkan air tapi sedikit bahkan ada yang sama sekali tidak mengeluarkan air. Mengenai biaya ini, sebenarnya aturan dari Kementerian Pekerjaan Umum, pihaknya tidak dikenakan biaya untuk pasokan air ini.

Paimin selaku Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI pun meminta kepada PAM untuk melakukan pemisahan jaringan untuk permukiman masyarakat dan untuk ke hidran pemadam kebakaran. Namun hal tersebut belum bisa dilakukan karena terkendala anggaran untuk penyediaan sumber air dan proses penyaringan, serta pipa jaringannya.(IL)

Apa Komentar Kamu?

LEAVE A REPLY

15 − 8 =