SHARE

89rudi-rubiandini-pengadilan

Satunegeri.com – Dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (4/6) kemarin, Terdakwa kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait pemb ahasan APBN-P Kementerian ESDM Sutan Bhatoegana (kiri) mendengarkan kesaksian mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini (kanan).

Dalam kesaksiannya Rudi mengungkap pemberian uang ke Komisi VII DPR terkait pembahasan APBN-P 2013 Kementerian ESDM. Rudi juga sempat menangis ketika menyebut nama Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas terkait tender di SKK Migas.

Menurut Rudi, Deni Karmaina adalah kawan SMA Ibas, yang tengah mengikuti tender melalui PT Reckin di SKK Migas untuk merebutkan proyek pembangunan anjungan lepas pantai (offshore) Chevron di Selat Makassar.

Namun, Ibas tidak datang dalam pertemuan di dua hotel mewah itu. Rudi meyakini, Sutan Bhatoegana mengetahui agenda pertemuan dengan Ibas, sebagaimana pengakuan Sutan yang dihubungi Eka mengatasnamakan Ibas.

“Bahwa kemudian Pak Sutan mau mempertemukan dengan Ibas, itu pengetahuan Pak Sutan, tetapi saya tidak tahu,” kata Rudi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (4/6).

Sementara itu, Sutan Bhatoegana mengatakan, proses lelang di SKK Migas telah berakhir dengan menangnya PT Timas Suplindo, namun belum disetujui Rudi yang belakangan diketahui tengah ditekan oleh Ibas, dkk.

Padahal, Sutan berupaya agar PT Timas tidak dikalahkan sehingga negara tidak mengalami kerugian Rp 4 triliun.

“Karena dia (PT Timas) sudah dapat surat penunjukan pemenang, Pak Rudi bilang, kalau di meja saya paling lambat 20 hari sudah saya tandatangan. Lewat 20 hari tak di tandatangani. Saya tanyakan ke Pak Rudi, kenapa enggak di tanda tangan? Tadi rupanya Pak Rudi mengaku ditekan kan, enggak mau nyebut nama kan? Saya sebutkan Ibas dkk, dia iya kan,” kata Sutan.

Diketahui, Sutan Bhatoegana didakwa dalam perkara suap dan gratifikasi. Perkara yang membelit Sutan adalah menerima suap US$ 140 ribu atau setara dengan Rp 1,8 miliar dari Waryono Karno selaku Sekjen Kementerian ESDM.

Kemudian, menerima gratifikasi US$ 200 ribu dari Rudi Rubiandini, mobil Toyota Alphard senilai Rp 925 juta dari Yan Achmad Suep, menerima uang Rp 50 juta dari Jero Wacik selaku Menteri ESDM, dan menerima gratifikasi rumah untuk posko pemenangan Pilgub Sumut tahun 2013 dari pengusaha Saleh Abdul Malik.‎

Dalam perkara Sutan, penuntut umum KPK hanya menghadirkan Tri Yulianto sebagai saksi dari unsur Komisi VII DPR. Belum ada tersangka baru dalam kasus tersebut.

Apa Komentar Kamu?