SHARE

listrik

Satunegeri.com – Selain mencabut subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk jenis Premium RON 88, Pemerintahan Joko Widodo akan juga mencabut subsidi listrik untuk 12 golongan pengguna listrik dengan daya 1.300 VA ke atas terhitung mulai hari ini, Kamis (1/1).

Menurut Menteri ESDM, Sudirman Said berdalih bahwa pemerintah ingin memastikan pemberian subsidi sesuai dengan sasaran, yakni ke sektor produktif dan golongan yang membutuhkan. Dan untuk subsidi listrik, pemerintah ingin memberikan subsidi ini ke orang miskin.

Tahun 2014, anggaran subsidi listrik mencapai Rp 103,82 triliun. Dari dana itu, sudah terpakai sebesar Rp 96 triliun untuk pembayaran subsidi listrik hingga Oktober 2014.

akibat penghapusan subsidi untuk sejumlah golongan pelanggan tersebut, tahun 2015 mendatang, anggaran subsidi listrik akan turun menjadi Rp 68,69 triliun, Namun, biaya subsidi ini masih sangat besar. Rencana penataan subsidi listrik ini memang sudah berhembus di kalangan pemerintah. Bank Indonesia (BI) pun sudah mendapat penjelasan pemerintah dan membuat perhitungan efek negatifnya jika kebijakan itu berjalan.

Sekretaris Perusahaan PT PLN (Persero) Adi Supriono di kesempatan terpisah mengatakan bahwa Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 31 Tahun 2014 tentang Tarif Tenaga Listrik yang disediakan oleh PLN, terdapat 12 golongan pelanggan yang akan mengalami penyesuaian tarif listrik. Adapun ke-12 golongan tersebut meliputi pelanggan Rumah Tangga R-1 dengan daya 1.300 VA; R-1 berdaya 2.200 VA; R-2 dengan daya 3.500 sampai 5.500 VA; dan golongan 6.600 VA keatas.

Selain pelanggan rumah tangga, tariff adjustment juga berlaku untuk golongan bisnis B2 berdaya 6.600 VA sampai 200 KVA dan B-3 dengan daya di atas 200 kva. Adapun pelanggan industri dengan daya di atas 200 KVA dan di atas 30.000 KVA juga akan mengalami penyesuaian tarif.

Apa Komentar Kamu?