SHARE

62blok-mahakam-senja

Satunegeri.com – Selama masa transisi pengalihan pengelolaan blok minyak dan gas bumi (migas) tersebut dari tangan Total E&P Indonesie, PT Pertamina (Persero) tidak perlu memberikan dana investasi di blok tersebut.

Menurut Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam, transisi itu masuk ke persiapan kontrak dan bukan masuk ke operation, karena itu menurutnya tidak perlu adanya investasi.

Pembicaraan secara bisnis dengan Total dan Inpex, kata Syamsu, juga masih terus dilakukan. Pemerintah pun menargetkan selambatnya pada 13 April 2015 Pertamina, Total, dan Inpex dapat menghasilkan kesepakatan yang akan disampaikan kepada pemerintah terkait skema transisi dan kerjasama.

Pertamina sudah mengajukan proposal untuk berinvestasi di Blok Mahakam setelah kontrak tersebut berakhir pada 2017. Untuk mengambilalih tersebut, Pertamina mengajukan dana  investasi US$ 25,2 miliar untuk 20 tahun ke depan.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan, masih melakukan perhitungan atas besaran investasi tersebut. Pemerintah juga masih mengkaji pengurangan dividen Pertamina untuk membiayai investasi tersebut.

“Itu sedang dihitung dan nanti akan dilaporkan. Saya tidak bisa jawab (sekarang),” ujar dia.

Pertamina sebenarnya menginginkan masa transisi dilakukan sebelum kontrak berakhir pada 2017. Dengan demikian, pada awal Januari 2018 perusahaan migas pelat merah ini sudah bisa beroperasi penuh di Blok Mahakam.

Namun rencana tersebut terkendala kontrak kerja sama atau production sharing contract (PSC) yang dimiliki operator sebelumnya. Dalam PSC antara Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation, sebagai operator, dengan pemerintah tidak mengatur adanya masa peralihan sebelum kontrak yang akan berakhir pada 2017 mendatang.

Apa Komentar Kamu?