SHARE

ios-hack

Satunegeri.com – Berdasarkan data Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII), sepanjang tahun 2014 lalu, 48 juta insiden serangan hacker di Indonesia.

Hal tersebut menunjukan bahwa kondisi keamanan dunia maya Indonesia sangat mengkhawatirkan.  Bahkan pakar keamanan cyber dari Communication & Information System Security Research Centre (CISSReC), Pratama D. Persadha, bahwa angka tersebut baru yang terpantau, sedangkan dalam kenyataannya jauh lebih besar.

Lemahnya keamanan dalam dunia maya di Indonesia menurut Pratama terjadi karena mindset masyarakat, industri, dan pemerintah masih menggampangkan urusan keamanan siber.

“Padahal, yang berbahaya itu serangan yang menembus sistem tanpa diketahui dan tak meninggalkan jejak sedikitpun,” kata Pratama.

Yang menjadi Repotnya, ini terjadi pada banyak institusi penting, seperti lembaga pemerintah dan institusi keuangan. Yang terjadi, ketika diintrusi, jangankan merespon, tahu saja tidak.

Karena itu, upaya membangun keamanan siber harus dilakukan dengan mengubah pola pikir. Dari level individu, misalnya, jangan pakai USB sembarangan, jangan mengklik sembarangan, dan berhati-hati dengan layanan penyimpan data. Begitu juga di level institusi, pendekatan keamanan harus dijalankan secara menyeluruh. “Bukan cuma membangun sistem api juga aspek kapasitas dan integritas sumberdaya manusia (SDM),” kata Pratama.

Selain itu, perlu juga ada regulasi yang lebih serius untuk memastikan institusi publik menjamin keamanan sistemnya. Sekarang, tidak ada pihak yang berwenang mengaudit kelayakan sistem pengamanan siber lembaga  swasta atau institusi pemerintah yang menyediakan layanan online buat publik. Hal ini penting untuk menjamin sistem mereka memang aman.

Apa Komentar Kamu?