SHARE

medium_41bbm

Satunegeri.com – Disepakatinya skema subsidi tetap pada Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai Januari 2015, akan membuat harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar tahun depan bakal berubah-ubah setiap waktu.

Pasalnya dengan skema subsidi tetap, pemerintah akan memutuskan nilai Rupiah subsidi per liter. Jika harga keekonomian BBM sebesar Rp 10 ribu dan pemerintah memberikan subsidi tetap sebesar Rp 1000, maka masyarakat harus membeli BBM bersubsidi dengan harga Rp 9000/liter.

Artinya, jika harga minyak dunia naik dan nilai tukar rupiah melemah yang menyebabkan harga keekonomian BBM naik, maka harga BBM pun akan ikut naik. Begitu juga sebaliknya.

Menurut Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil, kebijakan tersebut tidak perlu melalui mekanisme APBN Perubahan 2015 dan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). “Tidak perlu. Solusi itu akan liat dampaknya ke APBN. Tak perlu izin DPR,” kata dia.

Namun Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, belum bisa menyebut berapa besaran subsidi tetap yang akan dianggarkan pemerintah untuk setiap liter BBM.

“Besaran masih harus dikonsultasikan dengan Presiden. Tapi, pemerintah memiliki beberapa opsi,” kata Bambang tanpa merinci opsi-opsi tersebut.

Apa Komentar Kamu?