SHARE

A worker operates an electrolysis furnace, which produces aluminium from raw materials, at the Rusal Krasnoyarsk aluminium smelter in the Siberian city of Krasnoyarsk

Satunegeri.com – Pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) mineral dipastikan akan beroperasi pada tahun 2019 mendatang. Nantinya, smelter tersebut akan dibangun di daerah Poumako Industrial Park yang berlokasi di Timika, Papua dengan menggunakan teknologi yang berasal dari Kanada.

Pembangunan Smelter Papua, Bangun Manurung, mengatakan bahwa  lokasi pembangunan smelter tersebut dekat dengan pelabuhan Timika yang jaraknya 3 kilometer dan akan dibangun di atas lahan 650 hektare (ha).

konsentrat bisa disalurkan melalui pipa. Sedangkan pembangkit listrik yang akan digunakan untuk operasional smelter ini juga dari berasal dari gas alam.

“Infrastruktur pelabuhan sudah tersedia dan ada keleluasaan lahan untuk industri yang lain. Pabrik smelter ini akan menggunakan teknologi dari Kanada yang dikembangkan oleh ENFI, salah satu perusahaan dari Non Ferrous China Company (NFC),” ujarnya kepada wartawan.

Dirinya mengungkapkan, smelter  tersebut akan menggunakan teknologi dengan sistem continous process, dimana nantinya panas yang dihasilkan dapat digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik, sehingga tidak membutuhkan pasokan listrik yang besar.

Apa Komentar Kamu?