SHARE

tambang migas

Satunegeri.com РKegiatan sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia  (SKKNI) manager energi yang dilakukan untuk membangun Sumber Daya Manusia yang berkualitas dalam melakukan manajemen energi, menurut Direktur Konservasi Energi Kementerian ESDM, Maritje Hutapea, harus direvisi.

Menurutnya format SKKNI masih mengacu pada aturan Permenakertrans No. 21/MEN/2007 tentang Tata Cara Penetapan SKKNI sehingga perlu diubah dengan mengacu pada aturan baru yaitu Permenakertrans Nomor 8 Tahun 2012.

Selain itu, substansi SKKNI bersifat terlalu teknis (70 persen teknikal dan 30 persen manajerial). Hal ini mengakibatkan Manajer Energi yang bersertifikat pada umumnya adalah pada level Engineer dan bukan pada level manajerial di perusahaan. Selain itu beberapa elemen kompetensi dinilai rancu dengan elemen kompetensi pada jabatan auditor energi.

Karena itu Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi sebagai pembina teknis di bidang manajemen energi akan menyelenggarakan Konvensi Nasional dalam rangka pembakuan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia  (SKKNI) Manajer Energi di Industri dan Bangunan Gedung agar SKKNI tersebut mendapatkan pengakuan dan legalitas dari stakeholder yang terkait.

Nantinya hasil Konvensi ini selanjutnya akan disampaikan kepada Kementerian Ketenagakerjaan untuk dapat diproses lebih lanjut, kurang lebih 14 (empat belas) hari kerja dengan dokumen lengkap yang sesuai dalam aturannya dan ditetapkan menjadi SKKNI oleh Menteri Ketenagakerjaan.

Apa Komentar Kamu?