SHARE

image-satunegeriMenteri Perikanan dan Kelautan Fadel Muhammad mengatakan, Indonesia harus segera menghentikan kebijakan impor garam, karena saat ini produksi garam dalam negeri sudah mencapai lebih dari 1 juta ton per tahun.

Namun karena tingginya angka impor garam dengan harga yang sangat murah, membuat harga garam lokal mejadi anjlok. 'Akibatnya, tidak banyak petani yang mau memproduksi garam lokal untuk bersaing dengan garam impor karena tidak menguntungkan secara ekonomi,'' tambahnya.

Kementrian Perikanan dan Kelautan juga tengah mengembangkan sentra industri garam pasca kebijakan penghentian impor garam. Sepuluh lokasi potensial telah dipilih untuk pemberdayaan sentra garam, antara lain Indramayu, Cirebon, Pamekasan, NTT, dan tiga lokasi di Madura.

Dengan adanya penambahan lokasi sentra garam, membuat meningkatnya produksi, dan kebiasaan impor harus dikurangi sehingga berdampak pada tumbuhnya produksi garam lokal. Sementara itu, Kementrian Perikanan dan Kelautan telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp.90 miliar pada tahun ini. (IL)

Apa Komentar Kamu?

LEAVE A REPLY

ten + 15 =